Perusahaan sepeda AS kesulitan cari pengganti rantai pasokan China

Oleh Rajesh Kumar Singh

CHICAGO (Reuters) - Ketika Mehdi Farsi memutuskan untuk mengalihkan produksi sepeda State Bicycle Co-nya keluar China demi menghindari tarif AS, butuh berbulan-bulan untuk menemukan pabrik lain di Asia yang mau berbisnis dengan perusahaannya yang berbasis di Arizona ini.

Farsi, yang mendirikan perusahaan itu pada 2009 bersama saudara lelakinya dan seorang fanatik sepeda lainnya, beralih ke Taiwan tetapi segera mendapati sebagian besar pabrik begitu dibanjiri oleh bisnis para pesaing sampai mereka menolak pesanan dia yang "rendah volume dan kurang menguntungkan".

Perjuangan perusahaan itu dalam mencari pabrik kompetitif sebagai alternatif dari China melukiskan tantangan yang dihadapi banyak perusahaan AS sejak awal perang dagang antara dua perekonomian terbesar dunia itu 18 bulan lalu.

Sebuah survei Cowen & Co. pada akhir 2019 menyimpulkan hanya 28% perusahaan Amerika Utara yang beralih rantai pasokan dari Cina. Dari perusahaan-perusahaan itu, hanya sebagian kecil yang berhasil mengalihkan 75% atau lebih rantai pasokan mereka ke negara lain.

Alternatif-alternatif itu sering kekurangan infrastruktur dan kapasitas untuk menyerap semua orang yang mencari basis baru. Kekurangan itu telah menaikkan biaya memindahkan dan mencari rantai pasokan baru ke titik di mana beberapa perusahaan AS mengatakan lebih baik menekan tarif saja.

Kesepakatan perdagangan Fase 1 antara Beijing dan Washington, yang diharapkan ditandatangani Rabu, paling tidak menahan kenaikan tarif yang dikenakan Presiden AS Donald Trump terhadap sepeda dari China. Tetapi tarif 25% untuk sepeda dan sejumlah produk lainnya akan tetap dikenakan demi memberi AS pengaruh dalam pembicaraan lebih lanjut.

Industri sepeda adalah bagian kecil dari apa yang oleh para ahli disebut sebagai perombakan terbesar dalam rantai pasokan lintas batas sejak China bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia pada 2001.

Dari furnitur, elektronik, pakaian, ban, penyedot debu, untuk sekadar menyebut nama, perusahaan-perusahaan bergerak memindahkan operasi ke Taiwan, Thailand, Vietnam dan negara-negara Asia lainnya.

'HADIAH NATAL'

Pengalaman Farsi dengan State Bicycle selaras dengan pengalaman Cowen & Co. Setelah berbulan-bulan penelitian dan beberapa perjalanan, sebuah pabrik kecil Taiwan setuju memproduksi sepeda motornya tetapi perusahaan ini harus melipatgandakan pesanan dan membayar 30 persen dari biaya barang di muka, tidak seperti di China di mana dia membayar saat pengiriman.

Syarat-syarat baru itu mengunci 1 juta dolar AS modal kerja sampai sepeda dikirim dan membutuhkan arus kredit baru. Setelah bekerja keras selama setahun, State Bicycle cuma berhasil menggeser produksi dua dari lima modelnya yang dijual di Amerika Serikat.

"Butuh banyak waktu dan sumber daya," kata Farsi.

Gina Chang, sekretaris jenderal Asosiasi Sepeda Taiwan, menyamakan perang dagang China-AS dengan "hadiah Natal". Tetapi dia mengatakan kapasitas terbatas yang dimiliki pulau ini membuat beberapa produsen menolak bisnis untuk fokus kepada pesanan yang ada, terutama untuk e-sepeda dari Eropa.

Ekspor sepeda AS di Taiwan S melonjak 37% menjadi 597.000 dalam 10 bulan pertama 2019, kata asosiasi itu. Tetapi Chang mengatakan produsen ragu memperluas jalur produksi karena khawatir pesanan berkurang ketika perang dagang berakhir.

"Trump berubah-ubah ... apakah perubahan aturan berlanjut pada 2020?" Katanya. "Kita harus menantikannya."

Sebagai langkah membantu perusahaan-perusahaan sepeda, pemerintahan Trump telah memberikan pengecualian tarif untuk beberapa impornya sejak September. Namun, bantuan itu hanya untuk satu tahun dan dimaksudkan untuk memberi mereka waktu yang lebih banyak dalam memindahkan produksi - idealnya ke Amerika Serikat.

Tetapi Don DiCostanzo, kepala eksekutif Pedego Electric Bikes di California, mengatakan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi dan tidak adanya basis pasokan yang layak telah membuat "hampir mustahil" merakit sepeda di Amerika Serikat.

DiCostanzo sudah mempelajari kemungkinan membangun pabrik di AS tetapi mengatakan biaya produksi akan berlipat ganda - dan melebihi tarif. Sebagai gantinya, dia memindahkan produksi Pedego ke Vietnam pada Desember 2018.

"Sekalipun mereka menampar dengan tarif 100% untuk sepeda, saya tak yakin langkah itu bisa membawa produksi kembali ke AS," kata DiCostanzo.

Sementara itu, Farsi bahkan tidak berpikir akan memindahkan produksi ke Amerika Serikat dan ketidakpastian soal tarif telah membuatnya tidak punya pilihan selain tetap berinvestasi di Taiwan.

TERLALU MUDAH

Pada 1970-an, Amerika Serikat memproduksi lebih dari 15 juta sepeda per tahun. Sekarang negeri ini menghasilkan kurang dari 500.000, menurut data industri yang disajikan kepada Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) pada 2018. Sebaliknya, China mengambil porsi sekitar 95% dari 17 juta sepeda yang terjual pada 2018, menurut data Sensus AS.

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu juga menyediakan lebih dari 300 juta komponen seperti ban, tabung, kursi, dan setang - atau sekitar 60% dari impor komponen sepeda AS.

Sementara tak ada basis manufaktur alternatif yang bisa dengan mudah menggantikan China, gelombang mencari tempat berlindung yang aman telah membuat pabrik-pabrik mereka sangat sibuk. Taiwan, misalnya, menyumbang 6,3% dari impor sepeda AS pada 2019, naik dari 3,6% setahun sebelumnya, menurut data biro Sensus AS.

Dan karena pabrik-pabrik mereka penuh sesak, maka pemasok Taiwan mengutip harga yang lebih tinggi.

Dalam aduan bersama USTR pada September, pedagang grosir sepeda J&B Importers Inc di Florida menyebutkan beberapa pabrik di Taiwan mengutip harga yang melebihi biaya tarif.

Farsi mengatakan biaya produksi State Bicycle lebih tinggi dari pada di China dan pabrik Taiwan membutuhkan waktu empat bulan untuk memenuhi pesanan padahal pabrik-pabrik China cuma perlu waktu dua bulan.

Pedego Electric Bikes mengaku tidak kesulitan menemukan pabrik di Vietnam karena Pedego adalah salah satu perusahaan pertama yang pindah ke sana. Tapi perusahaan ini menghadapi tantangan lain.

Perusahaan ini harus membawa pekerja dari China untuk melatih staf lokal. Baterai harus bersumber dari Jepang atau Korea dan ban dari Malaysia. "Kami harus menyiapkan rantai pasokan," kata DiCostanzo. "Itu mungkin bagian yang paling membuat frustasi."

Dia mengatakan pabrik-pabrik di Vietnam begitu kelebihan beban, para pemasok sedang membangun fasilitas-fasilitas baru atau merombak yang lama. Perkiraan industri menunjukkan pabrik-pabrik di luar China dipaksa meningkatkan kapasitas sampai 13 kali agar memenuhi permintaan impor sepeda AS.

Dalam aduan USTR, Noble Bikes di negara bagian Washington mengaku telah menangguhkan rencana meluncurkan model baru karena kurangnya pilihan manufaktur.

"Sangat sulit keluar dari China," kata Alex Logemann dari asosiasi industri AS, PeopleForBikes.