Perusahaan spyware Israel adopsi

JERUSALEM (AP) - Perusahaan spyware Israel yang dituduh membantu pemerintah otoriter membungkam perbedaan pendapat mengatakan pihaknya mengadopsi "kebijakan HAM baru" untuk memastikan software mereka tidak disalahgunakan.

Grup NSO pada Selasa mengaku pihaknya akan membentuk serangkaian tindak pengawasan untuk memastikan kepatuhan dan mulai saat ini akan mengevaluasi "kinerja HAM masa lalu" calon klien.

NSO banjir kecaman dalam setahun terakhir lantaran menjual software pengawasannya kepada pemerintah represif yang memanfaatkannya untuk menghadapi para pembangkang. Pihaknya tidak mengungkapkan para klien, namun mereka diyakini melibatkan negara-negara Timur Tengah dan Amerika Latin. Seorang pembangkang Arab Saudi menuduh keterlibatan NSO dalam kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi tahun lalu.

Perusahaan mengklaim produknya digunakan oleh badan penegak hukum dan intelijen untuk "membasmi kejahatan dan terorisme."