Perusahaan Taksi Ubah Mobil jadi Lahan Tanam Sayur untuk Beri Makan Karyawan

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Perusahaan taksi asal Bangkok harus memutar otak karena banyak mobil yang menganggur karena ditinggalkan pengemudinya. Sebab pembatasan saat pandemi membuat industri pariwisata yang menjadi andalan Thailand harus terhenti yang berimbas pada sektor transportasi.

Melansir dari Liputan6.com, akhirnya pemilik perusahaan taksi berinovasi untuk mengubah mobil yang menganggur menjadi kebun sayur. Hal itu disebut pemilik menjadi pilihan terakhir untuk bertahan di situasi sulit seperti sekarang ini.

"Kami masih memiliki pinjaman di beberapa taksi, yang kami keluarkan pada 2019 atau 2020. Mobil-mobil ini hanya duduk di sini, jadi kami pikir akan menanam sayuran di atasnya," jelas Thapakorn Assawalertkun, pria yang membantu menjalankan Koperasi Taksi Ratchaphruek yang menanam sayuran.

Perusahaan taksi asal Bangkok ini, sangat bergantung kepada pariwisata, dan industri ini terhenti karena pembatasan. Pasalnya, para pelancong harus diam di rumah.

Sementara itu, beberapa negara secara bertahap telah melonggarkan larangan perjalanan terkait virus Corona, tetapi dengan pemulihan yang lambat, banyak pengemudi yang pergi mencari pekerjaan di tempat lain atau ke kampung halaman. Jadi, karyawan yang tersisa semuanya menyumbangkan untuk memulai berkebun.

Toyota Camry

Armada taksi di Bangkok terdiri dari sedan Toyota Camry model akhir. Pekerja mengubah mobil ini menjadi taman dengan membentangkan terpal plastik di atas bingkai bambu, dan meletakkannya di panel datar, seperti kap mesin dan atap.

Kemudian, mereka menanam beberapa sayuran, termasuk cabai, terong, dan zucchini. Para karyawan ini juga memelihara katak; meletakkan ban bekas di atas terpal dan mengisinya dengan air menciptakan akuarium darurat tempat katak dapat berkembang.

Sayuran yang ditanam dan katak yang dipelihara oleh perusahaan taksi akan digunakan untuk memberi makan karyawannya.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel