Perusahaan Teknologi China Bertambah Masuk Daftar Hitam Perdagangan AS

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menambah selusin perusahaan China ke daftar hitam perdagangan. Hal ini seiring alasan keamanan dan masalah kebijakan luar negeri.

Delapan entitas teknologi yang berbasis di China ditambahkan ke daftar itu atas dugaan peran mereka dalam membantu upaya komputasi kuantum militer China dan mencoba memperoleh barang asal AS untuk mendukung aplikasi militer.

Pejabat AS telah lama mengeluh perusahaan China terikat pada pemerintah dan mengumpulkan infomasi sensitive. Partai Komunis China mengatakan mereka tidak terlibat dalam spionase industri.

Departemen Perdagangan juga mendaftarkan 16 entitas dan individu yang beroperasi di China dan Pakistan untuk pekerjaan mereka dalam program rudal nuklir dan balistik Islamabad. Secara keseluruhan, pemerintahan Biden menambah 27 entitas dan individu yang berlokasi di China, Pakistan, Rusia, Jepang dan Singapura.

"Perdagangan dan perdagangan global harus mendukung perdamaian, kemakmuran, pekerjaan bergaji tinggi bukan risiko keamanan nasional. Departemen Perdagangan berkomitmen untuk menggunakan kontrol ekspor secara efektif untuk melindungi keamanan nasional kita,” tulis Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo dilansir dari CNBC, Jumat (26/11/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Belum Dapat Respons

Kedutaan Besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar CNBC. Daftar entitas Departemen Perdagangan menempatkan pembatasan perdagangan individu dan entitas yang diyakini terlibat dalam aktivitas yang tidak menguntungkan atau tidak etis.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel