Perwakilan BI Tokyo bantu promosi perdagangan Indonesia di Jepang

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tokyo Hilman Tisnawan mengatakan pihaknya siap untuk terus ikut mempromosikan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia di Jepang.

"Tentu saja kami Bank Indonesia yang ada di luar negeri, kami menjalankan tugas-tugas, diminta oleh kantor pusat kami, antara lain kami mendukung salah satunya promosi perdagangan dan promosi investasi," jelas Hilman usai jamuan makan malam dengan delegasi DPR RI di Tokyo, Jepang, Selasa malam.

Hilman mengatakan ada beberapa komoditas unggulan Indonesia, khususnya pertanian, yang sedang didukung untuk bisa masuk ke pasar Jepang. Perwakilan BI Tokyo bekerja sama dengan pemangku kepentingan Jepang dalam sisi promosi dan pemasaran komoditas RI itu.

"Jadi kami mempertemukan antara eksportir di Indonesia melalui business matching dengan calon-calon buyer dari Jepang. Nah itu kami kerja sama bentuknya. BI mendukung dalam hal tersebut. Jadi melakukan promosi perdagangan dan memfasilitasi untuk business matching," jelasnya.

Dia mengatakan potensi perdagangan komoditas Indonesia sangat besar di Jepang, misalnya untuk komoditas kopi dan berbagai komoditas lain.

Sebelumnya, delegasi DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI/Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel juga telah membahas peta ekspor-impor Indonesia terhadap Jepang di Wisma KBRI, Tokyo, Jepang.

Duta Besar RI untuk Jepang dan Mikronesia Heri Akhmadi mengatakan Jepang menduduki peringkat ke-2 sebagai negara tujuan ekspor produk pertanian Indonesia, setelah Republik Rakyat Tiongkok.

Nilai ekspor produk pertanian, termasuk kehutanan Indonesia ke Jepang terus mengalami peningkatan sejak 2017.

Pada 2017 ekspor produk pertanian dan kehutanan Indonesia ke Jepang senilai 218,3 juta dolar AS, kemudian meningkat menjadi 221,8 juta dolar AS pada 2018.Selanjutnya pada 2019 nilai ekspor menjadi 236,1 juta dolar AS, 2020 senilai 347,8 juta dolar AS dan 2021 senilai 468,50 juta dolar AS.

Peringkat lima besar ekspor produk pertanian terbesar Indonesia ke Jepang yakni bahan-bahan nabati lain, kopi arabica/robusta, mutiara, lada dan ikan segar.

Sedangkan lima besar ekspor produk hasil pertanian yakni crumb rubber atau karet hasil pengolahan, udang beku, turunan CPO, udang kemasan dan turunan CPKO atau minyak inti sawit.

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengatakan akan membahas peluang dan tantangan ekspor Indonesia ke Jepang dengan pemerintah di parlemen.

"DPR harus proaktif mendukung apa yang akan dilakukan pemerintah, sehingga apa yang kita harapkan bisa kita wujudkan untuk kemaslahatan rakyat Indonesia dan dunia," ujar Rachmat Gobel.

Delegasi DPR RI yang turut hadir dalam jamuan makan malam dengan Kepala Perwakilan BI di Tokyo yakni, Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Ketua Komisi IV Sudin, anggota Komisi IV DPR RI Alien Mus, anggota Komisi VI Abdul Hakim Bafagih, anggota Komisi VI Subardi, anggota Komisi XI Kamrussamad, anggota Komisi XI Charles Meikyansyah.


Baca juga: DPR: Indonesia perlu lobi ke Jepang tangkap pasar ekspor perikanan
Baca juga: Airlangga minta akses pasar untuk ekspor tuna kaleng ke Jepang
Baca juga: Pemkab Gresik lepas ekspor produk UMKM ke Jepang dan Malaysia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel