Pesan AHY ke Anak Muda: Jangan Menjadi Bagian Politik Fitnah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong generasi mudah saat ini untuk saling bersinergi dan kolaborasi dalam mengatasi berbagai persoaan bangsa.

Seruan ini disampaikan AHY dalam pidato kunci untuk webinar 'Suara Pancasila' yang diadakan Dewan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan.

"Tiap masa ada tantangan dan pemimpinnya. Setiap pemimpin ada masa dan tantangannya," tegas AHY.

Dia juga mengingatkan agar selalu menghargai kepemimpinan sebelumnya. "Apa yang kita dapatkan hari ini adalah hasil kerja keras generasi terdahulu," ujar AHY dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (1/11/2021).

Webinar yang dihadiri ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ini dibuka oleh Rektor UIN Prof Dr Amany Lubis. Dalam pembukaannya, Prof. Amany memuji AHY sebagai negarawan. Rektor perempuan kelahiran Kairo ini mengungkapkan pernah bekerjasama dengan AHY saat menyusun kurikulum bagi Universitas Pertahanan.

Pada bagian lain, AHY mengingatkan bahwa merawat demokrasi dan Pancasila adalah kerja lintas generasi. Sebagai bagian dari generasi muda, AHY menjelaskan bahwa muda adalah kekuatan, tapi bukan hanya bermakna usia biologis.

"Muda juga keberanian untuk keluar dari zona nyaman, mendobrak status quo dan berani mengambil keputusan besar. Muda juga adalah perubahan, transformasi besar atau hijrah untuk menjadi lebih baik. Jiwa muda ini menggerakkan kita pada tujuan besar bersama: Indonesia Emas 2045,” ucap AHY.

Minta Generasi Muda Kritis

Menyinggung soal politik, AHY mengingatkan tiga fenomena yang patut dicermati pada saat ini: politik uang, politik identitas, dan post truth politics.

"We can't afford the price of disintegration. Perpecahan bangsa terlalu mahal harganya bagi kita," serunya.

AHY mengungkapkan selama ini dirinya berkeliling Nusantara, berdialog dengan berbagai elemen masyarakat. Rata-rata mereka yang ditemui menitipkan pesan yang sama, yaitu untuk bersama-sama merawat dan menjaga Pancasila.

“Pancasila sudah teruji dalam sejarah, menjadi titik temu, titik lebur perbedaan (kalimatun sawa) di tengah kompleksitas cara pandang kebangsaan masyarakat Indonesia yang majemuk ini,” terang AHY.

AHY pun meminta agar generasi muda terus kritis, berani bersuara dan membuktikan dengan aksi nyata.

"Sebagai generasi yang paling melek teknologi. Jangan sampai jadi bagian dari politik fitnah. Tumbuhkanlah jiwa kepemimpinan, dengan integritas, karakter yang unggul termasuk patriotisme, disiplin dan semangat pantang menyerah,” pesan AHY.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel