Pesan Bharada E ke Tunangan: Kalau Harus Menunggu, Tunggu Saya Jalani Proses Hukum

Merdeka.com - Merdeka.com - Terdakwa Richard Eliezer mengutarakan permintaan maaf kepada tunangannya Duce Maria Angeline Christanto atau yang akrab disapa Lingling Angeline. Karena harus bersabar menunda pernikahan yang telah direncanakan mereka.

Permintaan maaf dari Bharada E itu tertuang dalam nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 12 tahun oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara dugaan pembunuhan berencana, Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Saya juga meminta maaf kepada tunangan saya, karena harus bersabar menunda rencana pernikahan kita," ucap Bharada E saat sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

Meski berat, lanjut Bharada E, dirinya turut mengucapkan terimakasih kepada Lily yang telah ingin bersabar menunggu dirinya menyelesaikan seluruh proses hukum yang tengah dijalaninya.

"Kalaupun kamu harus menunggu, tunggulah saya menjalani proses hukum ini," ucapnya.

Walaupun, Bharada E juga tidak memaksakan kehendaknya dan memberikan kebebasan kepada tunangannya tersebut. Apabila, nantinya memilih untuk berlabuh ke lelaki lain.

"Kalaupun lama saya tidak akan egois dengan memaksa kamu menunggu saya, saya ikhlas apapun keputusan mu, karena bahagiamu adalah bahagiaku juga," jelasnya.

Tuntutan Bharada E

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumui alias Bharada E dengan hukuman 12 penjara. Dia adalah orang yang menembak Brigadir J. Bharada E satu dari lima terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumui dengan pidana dengan pidana penjara selama 12 tahun. Dan dipotong masa tahanan. Memerintahkan terdakwa tetap berada di masa tahanan," ujar Jaksa, Rabu (18/1).

Jaksa menilai Bharada E telah bersalah melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J. Dalam surat tuntutan, Bharada E dinilai melanggar Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Richard Eliezer Pudihang Lumui telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana merampas nyawa secara bersama-sama," ujar Jaksa. [eko]