Pesan Erick Thohir ke Pertamina: Buktikan ke Dunia, RI Punya Perusahaan Valuasi USD 100 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta kepada PT Pertamina (Persero) untuk mencapai target menjadi korporasi dengan nilai pasar USD 100 miliar. Hal ini bisa dilakukan karena Pertamina telah menyelesaikan pembentukan enam subhoding.

“Buktikan kepada dunia, Indonesia juga bisa punya perusahaan yang valuasinya mencapai USD 100 miliar. Kita bisa, dan saya yakin legacy ini untuk kita semua," Kata Erick, dikutip dari Antara, Jumat (10/9/2021).

"Saya memastikan transformasi akan tetap berjalan, karena ini bagian terpenting buat kita sebagai bangsa besar. Tidak mungkin kita akan terus menjadi bangsa besar kalau tidak ada ketahanan energi,” yambah Erick Thohir.

Menteri BUMN menambahkan Presiden berharap Pertamina terus meningkatkan pelayanan publik, tetapi yang terpenting adalah membangun ekosistem supaya Pertamina bisa bersaing dan mendorong value added.

Ia juga mengingatkan agar lompatan-lompatan yang sudah berjalan saat ini, tetap terjaga dan sesuai dengan 5 Key Performance Indicator di Kementerian BUMN, yakni menyeimbangkan antara korporasi dan pelayanan publik, kembali kepada core business dan menjadi excellent, inovasi digital dan R&D untuk menjadikan Pertamina technology company, dan transformasi human capital.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kukuhkan Tekad

Menteri BUMN Erick Thohir, Wamen BUMN 1 Pahala N Mansury, Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, Dirut Pertamina Nicke Widyawati bersama Jajaran Komisaris Holding & Subholding Pertamina berfoto bersama saat acara
Menteri BUMN Erick Thohir, Wamen BUMN 1 Pahala N Mansury, Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, Dirut Pertamina Nicke Widyawati bersama Jajaran Komisaris Holding & Subholding Pertamina berfoto bersama saat acara

Erick Thohir menyampaikan bahwa selama delapan bulan ini, Kementerian BUMN terus melakukan transformasi BUMN yang termasuk dalam 88 proyek strategis BUMN hingga tahun 2023 yang telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

“Dari 88 proyek yang kita targetkan itu, alhamdulillah di tahun ini 90 persen terjadi. Dan tentu banyak dari transformasi ini ada di Pertamina,” kata Erick.

Setelah menuntaskan proses restrukturisasi melalui penandatanganan sejumlah dokumen legal (legal end-state) awal september lalu, PT Pertamina (Persero) mengukuhkan tekadnya untuk mengejar aspirasi pemegang saham mencapai nilai pasar 100 miliar dolar AS dan Global Energy Champion pada tahun 2024.

Tekad ini tergambar dalam acara peresmian 6 subholding yang digelar Pertamina melalui tema “Moving Forward Becoming Global Energy Champion” yang berlangsung pada Jumat di Jakarta.

Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir, didampingi oleh Wakil Menteri 1 BUMN Pahala Nugraha Mansury, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Transformasi Tak Boleh Berhenti

Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/4/2021). RDP tersebut membahas kebakaran tangki minyak milik Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/4/2021). RDP tersebut membahas kebakaran tangki minyak milik Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada acara peresmian tersebut, Nicke Widyawati menyampaikan bahwa holding migas yang dibentuk sejak tahun 2018 terus berjalan. Walaupun tahun lalu dunia diterpa pandemi COVID-19. namun sesuai arahan pemegang saham agenda transformasi tidak boleh berhenti, bahkan harus dipercepat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri selaku pemegang saham yang membawa agenda ini ke rapat-rapat sesama kementerian maupun ke Ratas, sehingga berbagai regulasi akhirnya berhasil kita dapatkan pada akhir Agustus kemarin,” ungkap Nicke.

Menurut Nicke, transformasi yang dijalankan Pertamina ini sejalan dengan global transition yang terjadi, dimana pemerintah memberikan komitmennya untuk melakukan transisi energi sesuai dengan Paris Agreement. Sehingga Pertamina harus mendukung langkah ini, karena Pertamina adalah satu-satunya perusahaan milik negara yang terintegrasi dari hulu ke hilir yang menjadi andalan dan memberikan kontribusi besar dalam suplai energi bagi negara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel