Pesan Ferdy Sambo-Putri: Kami Menyadari Ada Kekeliruan dan akan Akui di Pengadilan

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Chandrawati mengakui adanya kekeliruan dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Hal itu diungkapkan pengacara keluarga Ferdy Sambo Arman Hanis saat menggelar konferensi pers di Hotel Erian, Jakarta Pusat, Rabu (28/9). Berikut pesan Sambo dan Putri yang disampaikan ke Arman saat mereka bertemu.

"Kami menyadari ada kekeliruan yang pernah terjadi apa yang kami lakukan akan kami akui secara terbuka di persidangan. Harapan kami hanya sederhana, semoga proses hukum berjalan secara objektif dan berkeadilan," kata Arman menirukan pesan Sambo dan Putri.

Adapun sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas perkara Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuwat Maruf lengkap. Kelimanya merupakan tersangka pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

"Perkara ini pada hari ini kami nyatakan lengkap untuk (Ferdy Sambo Tersangka) kasus pembunuhan berencana (Brigadir J)," tutur Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (27/9).

Menurut Fadil, berkas perkara seluruh tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J telah memenuhi syarat formil dan materiil.

"Bahwa hubungan koordinasi antara penyidik dan penuntut umum, Kabareskrim dan Jampisum berjalan efektif. Sehingga yang selama ini berkas perkara bolak balik kami tidak ada bolak balik," kata Fadil. [eko]