Pengajian Milenial, Ini Pesan Gus Miftah untuk Pelajar Hadapi COVID-19

Lis Yuliawati, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ulama kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah, mengisi pengajian bertajuk Penguatan Iman Generasi Milenial, di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 25 Maret 2021.

Dalam tausiyahnya Gus Miftah menyinggung soal kondisi pembelajaran siswa di Indonesia yang tengah dilanda pandemi, dan harus belajar secara daring. Gus Miftah meminta pelajar untuk senantiasa survive apapun kondisinya.

"Pelajar untuk tetap survive menghadapi pandemi COVID-19. Anak muda tak boleh putus asa, karena sebenarnya tidak ada ujian dari Tuhan yang melebihi kemampuan makhluknya. Insya Allah kalau mampu beradaptasi maka akan selamat," kata Gus Miftah.

Selain menyinggung soal pandemi, ulama asal Sleman, Yogyakarta tersebut juga mengingatkan pelajar untuk tidak terpengaruh paham radikal.

"Saya punya pengalaman saat ngisi pengajian di Jateng, ada salah satu ASN guru yang mendukung khilafah. Ini tidak bisa dibiarkan, ia harus dicopot atau dipecat. Maka pada adik-adik pelajar, ojo nganti salah milih guru. Carilah guru yang menyenangkan, jangan yang menakutkan. Carilah guru yang ramah, bukan yang suka marah-marah," ujarnya.

Selain soal generasi milenial, Gus Miftah juga berpesan soal bagaimana menjaga sikap di masa pandemi COVID-19 bagi semua lapisan masyarakat. Ia menghimbau masyarakat untuk selalu taat kepada pemerintah. Karena sejatinya, kewajiban untuk taat pada pemerintah telah diatur dalam Alquran.

"Saya sampaikan pada jamaah, ini pelajaran penting bagi kita. Di musim pandemi seperti ini, kita harus manut pada pemerintah dan mengikuti pendapat para ahli. Jangan kita ikut orang-orang yang ahli berpendapat. Kalau pemerintah baik, kita wajib mengikuti. Kalau pemerintah salah, maka kritiklah dengan bahasa yang santun," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam pengajian tersebut mengatakan, rencananya ia akan menggandeng Gus Miftah untuk mengisi pengajian bagi kalangan milenial. Konsepnya hybrid, yang ikut hadir atau luring sedikit, lalu diperbanyak peserta daring.

"Gus Miftah cocok dengan kalangan milenial, punya spirit kebangsaan dan cara penyampaiannya enak. Sambil guyon tapi mengena," ujar Ganjar.

Laporan Teguh Joko Sutrisno (tvOne/Semarang, Jawa Tengah)