Pesan hingga Unggahan Terakhir Sarat Makna Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hilang kontaknya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu, 9 Januari 2021 menyisakan duka dan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Bagaimana tidak, perlahan, serpihan hingga dugaan bagian anggota tubuh penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mulai ditemukan di perairan Kepulauan Seribu, yang menjadi tempat kecelakaan pesawat tersebut.

Seperti rahasia Tuhan tidak pernah tahu kapan seseorang akan berpulang, sejumlah pesan ditinggalkan oleh mereka yang menjadi penumpang dan bahkan Pilot pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Salah satunya adalah YouTuber Faisal Rahman. Nama pemilik kanal YouTube bernama Dunia Malam TV itu memang terdaftar menjadi salah satu penumpang pesawat nahas tersebut.

Dalam Instagram-nya, YouTuber yang memiliki ribuan subscribers ini seolah mengucapkan salam perpisahan.

"Goodbye dan thank you, Ayub Batogi dan Dewiyn, Feby dan lainnya," tulis Faisal Rahman di Instagram Storynya.

Tak hanya Faisal Rahman, Pilot pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Afwan, rupanya juga meninggalkan pesan penuh makna di unggahan WhatsApp Storynya.

Diungkapkan artis Arie Untung yang rupanya adalah adik kelas Afwan, sang Pilot mengunggah sebuah foto.

"Setinggi apa pun aku terbang, tidak akan mencapai surga bila tidak salat 5 waktu," tulis sebuah foto yang diunggah Afwan.

Berikut pesan maupun unggahan terakhir korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dihimpun Liputan6.com:

Pesan Terakhir Yudi

Keluarga penumpang Sriwijaya Air yang jatuh mencari kejelasan nasib keluarganya di Bandara Supadio Pontianak. (Foto: Liputan6.com/Aceng Mukaram)
Keluarga penumpang Sriwijaya Air yang jatuh mencari kejelasan nasib keluarganya di Bandara Supadio Pontianak. (Foto: Liputan6.com/Aceng Mukaram)

Efraem mendatangi Bandara Supadio, Pontianak pada Sabtu, 9 Januari 2021. Matanya berkaca-kaca. Ia adalah keluarga penumpang Sriwijaya Air yang hilang kontak dan diketahui kemudian jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu.

"Dari Jakarta menuju Pontianak. Kami belum mendapat kabar kepastian apa-apa dari pihak manapun," tutur Efraem kepada Liputan6.com pada Sabtu petang, 9 Januari 2020 di Bandara Supadio, Pontianak.

Dia berharap keluarganya baik-baik saja. Untuk itu, dia bersama keluarga lainnya bernama Eduardus tetap mencari informasi kepastian nasib Sriwijaya Air dan penumpangnya.

"Kami diarahkan petugas ke gedung crisis center Graha Candra Dista Wiradi," kata Eduardus sambil berjalan menuju tempat dimaksud yang jarak di luar area Bandara Supadio Pontianak.

"Pokoknya kami akan tidur di sini menunggu kepastian," ucap Efraem penuh harap.

"Saya sudah di pesawat," itulah kata terakhir diucapkan keluarga penumpang Pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak bernama Yudi.

Kepada Liputan6.com, pria berusia 30 ini mengaku selama ini informasi jatuh pesawat bukan keluarganya. Akan tetapi, hari ini menimpa keluarganya.

"Saya gak nyangka. Ada bilang begini sebelum hilang kontak, 'Saya sudah di pesawat. Itu saja'," tutup Efraem.

Indah Sampaikan Pesawat Delay

Pesan terakhir penumpang pesawat Sriwijaya Air SJY 182 Indah Halimah Putri, warga Sungai Pinang Ogan Ilir Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)
Pesan terakhir penumpang pesawat Sriwijaya Air SJY 182 Indah Halimah Putri, warga Sungai Pinang Ogan Ilir Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

Dari 62 orang penumpang dan kru pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang mengalami kecelakaan, salah satu penumpangnya merupakan warga Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel).

Warga Ogan Ilir yang bernama Indah Halimah Putri (26) tersebut, berangkat bersama suaminya Rizki Wahyudi (27), anaknya Arkana Nadhif (3 bulan), mertuanya Rosi Wahyuni dan keponakannya Nabila Anjani.

Indah Halimah Putri merupakan warga RT 07 Dusun IV Desa Sungai Pinang 2, Kecamatan Sungai Pinang Ogan Ilir Sumsel.

Indah bersama empat orang keluarganya berangkat menaiki pesawat Sriwijaya Air SJY 182 dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Jakarta menuju ke Pontianak, pada Sabtu siang, 9 Januari 2021.

Orangtua Indah, Ridwan mengatakan, dia sempat saling berkirim pesan melalui Short Message Service (SMS) dengan anaknya beberapa jam sebelum keberangkatan Indah, atau sering disapa Puput.

Dalam pesan SMS yang diterima pada hari Sabtu siang sekitar pukul 13.52 WIB, Puput memberitahu jika hasil tes PCR-nya negatif Covid-19.

"Kata Puput, pesawatnya delay karena hujan deras di Jakarta. Tapi delay berapa jam, dia tidak bilang," ungkapnya, Minggu, 10 Januari 2021.

Saat ini keluarga Indah Halimah Putri, sedang menuggu informasi terbaru tentang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dari keluarganya yang tinggal di Jakarta.

Pesan Terakhir YouTuber

[Foto: Instagram Faisal Rahman]
[Foto: Instagram Faisal Rahman]

YouTuber Faisal Rahman rupanya menumpangi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021. Unggahan Faisal di sosmed sebelum lepas landas pun jadi sorotan.

Dalam Instagram-nya, YouTuber yang memiliki ribuan subscribers ini seolah mengucapkan salam perpisahan.

"Goodbye dan thank you, Ayub Batogi dan Dewiyn, Feby dan lainnya," tulis Faisal Rahman di Instagram Story.

Bersama keterangan itu, ia menyertakan foto dirinya yang tengah duduk menatap jendela pesawat. Meski mengenakan masker, ekspresi datarnya masih dapat terlihat.

Setelah dicek, nama Faisal memang terdaftar dalam daftar manifes pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Sementara itu, Faisal Rahman diketahui memiliki kanal YouTube bernama Dunia Malam TV yang memiliki sekitar 4.000 subscribers. DJ Barbie Nouva hingga Barbie Kumalasari juga pernah muncul sebagai bintang tamu di YouTubenya.

Unggahan Terakhir Awak Kabin

Unggahan Okky Bisma, awak kabin pesawat Sriwijaya Air SJ182. (Tangkapan Layar Instagram @ockybisma/https://www.instagram.com/p/CJh8GUlhIp5/)
Unggahan Okky Bisma, awak kabin pesawat Sriwijaya Air SJ182. (Tangkapan Layar Instagram @ockybisma/https://www.instagram.com/p/CJh8GUlhIp5/)

Sebelum tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 terjadi, Okky sempat berbagi unggahan terakhir melalui akun Instagram pribadinya.

Potret yang dibagikan pada 2 Januari 2021 itu menampilkan sang istri yang tengah duduk di tepi pantai.

Dalam kolom keterangan, sang awak kabin menyertakan percakapannya dengan istrinya. "pih, fotoin aku dong, yaudah ayoo, ckrekkkk," begitu tulisnya.

Selain itu, sang awak kabin juga kerap berbagi momen kebersamaannya dengan sang istri dalam berbagai kesempatan. Ada potret mereka tengah jalan-jalan hingga saat mengikat janji suci pernikahan.

Istri Okky Bisma, Aldha Refa menyuarakan curhat pilu menantikan sang suami. Ia pun membagikan deretan unggahan melalui Instagram Stories di akun Instagram @aldharefa.

Unggahan pertama memperlihatkan potret pasangan ini. "Suamiku km pasti bisa bertahan," tulis Aldha Refa sekaligus menyertakan emoji menangis.

Unggahan selanjutnya memperlihatkan chat-nya dengan suami. "Pihh balas pihhh Km pasti kuattt sayangg kamu bisa bertahan," tulisnya.

"Mohon doanya temen2 semoga ada mukjizat dr Allah selamat suamiku semua tanpa kurang apapun," lanjutnya dengan emoji menangis.

Pesan Terakhir Sang Pilot

Artis Arie Untung ungkap unggahan terakhir WhatsApp Story kakak kelasnya yang merupakan Pilot Sriwijaya Air SJ 182. (Instagram @arieuntung)
Artis Arie Untung ungkap unggahan terakhir WhatsApp Story kakak kelasnya yang merupakan Pilot Sriwijaya Air SJ 182. (Instagram @arieuntung)

Setelah Pesawat Sriwijaya Air SJ 187 jatuh di Kepulauan Seribu, banyak orang membicarakan kebaikan Kapten Afwan, pilot yang bertugas dalam penerbangan tersebut. Salah satunya adalah Arie Untung.

Ternyata, Kapten Afwan adalah kakak kelas Arie Untung saat SMA, kendati perbedaan angkatannya cukup jauh. Hal ini ia sampaikan di Instagramnya @arieuntung.

"Kakak kelas di SMA. Pilot #sj182 Capt H Afwan ternyata adalah kakak kelasku di @sman38.jakarta angkatan 85," tulis Arie Untung pada Minggu, 10 Januari 2021.

"Di @sman38.jakarta angkatan 85, beda jauh angkatannya belum sempat ketemu tapi banyak kisah2 baik mengenai beliau," sambungnya.

Dalam unggahannya, Arie Untung menyertakan status WhatsApp yang kabarnya sempat diunggah oleh Kapten Afwan. Status itu bisa menjadi bahan renungan dan nasihat.

"Silakan digeser kabarnya status terakhir wa nya adalah sebuah pengingat buat banyak orang," tulis Arie Untung.

Pesan itu berbunyi, "Setinggi apa pun aku terbang, tidak akan mencapai surga bila tidak salat 5 waktu."

Arie Untung melanjutkan, di tempat kerjanya, Kapten Afwan juga di kenal sebagai orang saleh yang selalu mengingatkan dalam hal kebaikan.

"Di kantor ternyata beliau adalah seorang ustadz, orangnya sabar banget, Selalu memakai kopiah putih. Selalu mengajak orang lain sholat, anaknya pun disekolahkan di sebuah SDIT di Cibinong," sambung Arie Untung.

Apa yang diceritakan Arie Untung adalah kesaksian dari orang-orang terdekat sang Kapten.

"Terlihat beliau sudah mempersiapkan banyak hal untuk pertemuannya dengan Allah. Postingan ini adalah kumpulan dari mereka2 yg bersaksi saat bertemu beliau dibumi Dan insya Allah di akhirat nanti," kata Arie.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: