Pesan Idul Fitri Sekjen PBB: Solidaritas dan Persatuan Saat Pandemi Corona COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Hari ini mayoritas umat Muslim dunia tengah merayakan Idul Fitri, namun dalam suasana berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini perayaan tersebut di tengah pandemi Virus Corona COVID-19.

Dalam pesan Idul Fitri, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyerukan solidaritas dan persatuan dalam konteks memerangi Pandemi Virus Corona COVID-19.

"Dunia kita seperti satu tubuh. Selama satu bagian dipengaruhi oleh virus ini, kita semua terpengaruh. Sekarang lebih dari sebelumnya, solidaritas dan persatuan harus menjadi prinsip utama kami," katanya Jumat 23 Mei 2020 dalam diskusi interaktif dengan negara-negara anggota mewakili Organisasi Kerjasama Islam sehari sebelum Idul Fitri yang jatuh pada hari Minggu ini.

Mengutip laporan Xinhua, Minggu (24/5/2020), Guterres juga menyerukan solidaritas untuk respons kesehatan berskala besar, terkoordinasi dan komprehensif, dipandu oleh World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia. Berfokus pada negara-negara berkembang dan orang-orang yang rentan.

"Solidaritas dalam menangani dimensi sosio-ekonomi yang menghancurkan dari krisis Corona COVID-19 - menjaga agar rumah tangga dan bisnis tetap hidup, dan memprioritaskan yang paling terkena dampak: perempuan, orang tua, anak-anak, penerima upah rendah dan kelompok rentan lainnya," seru Guterres menambahkan.

Pesan Perdamaian

Sekjen PBB Antonio Guterres berbicara di hadapan DK PBB (AP)

Selain itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres juga menyerukan solidaritas untuk perdamaian dan dalam berbicara menentang kenaikan etno-nasionalisme, stigma dan pidato kebencian yang menargetkan masyarakat yang rentan dan memperburuk penderitaan.

"Solidaritas untuk memastikan bahwa pemulihan dari krisis mengarah pada ekonomi dan masyarakat yang lebih adil, inklusif dan berkelanjutan yang lebih kuat dan lebih tangguh," seru Guterres lagi.

"Saat jutaan Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri, mari kita belajar dari banyak pelajaran Ramadan tentang rahmat dan kasih sayang, martabat dan hak, saling menghormati dan memahami, persatuan dan solidaritas. Mari kita mengakui, di atas segalanya, bahwa kita memang benar-benar satu tubuh. Satu dunia. Dan satu PBB, " pungkasnya.

Saksikan juga Video Ini: