Pesan Jokowi di HUT Bhayangkara, Minta Polri Humanis hingga Gigit Koruptor

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan sejumlah hal penting di peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara yang jatuh pada hari ini, Rabu (1/7/2020). 

Salah satunya meminta seluruh anggota Polri terus mengawal penanganan Covid-19 dan menindak tegas siapa saja yang berani memperkaya diri lewat bantuan bagi warga yang terdampak pandemi Corona.

"Bila ada mens rea-nya ya harus ditindak, silakan digigit saja. Apalagi situasi krisis seperti ini tidak boleh ada satu pun yang main-main," tegas Jokowi.

Lewat kanal YouTube Setpres, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menginstruksikan kepada seluruh institusi Polri yang ada di Indonesia untuk melakukan reformasi diri secara total dengan membangun sistem yang transparan dan akuntabel.

Selain itu, Jokowi ingin Polri menerapkan tindakan persuasif dan humanis dalam menangani masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat. 

Berikut ini sederet pesan Jokowi lainnya kepada anggota Polisi di seluruh Indonesia di hari jadinya yang ke-74: 

Jangan Menyerah Hadapi Covid-19

Presiden Joko Widodo meninjau layanan konsultasi Online Single Submission (OSS) BKPM di PTSP BKPM, Jakarta, Senin (14/1). Peninjauan ini untuk mengecek langsung bagaimana praktik sistem OSS yang sudah diterapkan pemerintah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Peringatan HUT ke-74 Bhayangkara hari ini dilakukan secara virtual, langsung dari Istana Kepresidenan. Dipimpin langusung oleh Presiden Jokowi, dia meminta Indonesia tidak boleh tunduk dan menyerah dari bencana pandemi virus Corona Covid-19.

"Sebagai bangsa pejuang kita tidak boleh cepat menyerah, pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia merupakan cobaan yang berat," ujar Presiden Jokowi.

Presiden berharap, Polri dan seluruh masyrakat tetap semangat dan bersama-sama berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Menurut presiden, permasalahan yang perlu diutamakan saat ini adalah kesehatan dan ekonomi.

"Kita harus terus berikhtiar dan bekerja keras untuk mengatasi permasalahan kesehatan maupun permasalahan ekonomi," jelas Jokowi. 

Polri dan Masyarakat Harus Bekerjasama

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Jokowi meminta dalam raker ini dapat mempercepat prosedur-prosedur yang sebelumnya sangat lama dan berbelit-belit. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Untuk mengatasai Covid-19, Jokowi percaya perlu adanya kerja sama antara Polri dan masyarakat. Dengan begitu angka penularan virus dapat ditekan.

Utamanya, dalam medisiplinkan protokol kesehatan, penyaluran bantuan sosial, dan menjaga ketertiban umum.

"Kehadiran dan keterlibatan seluruh jajarannya sangat-sangat dibutuhkan. Polri ikut aktif terlibat mengajak masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan, kelancaran dan ketepatan penyaluran bantuan sosial dan tentu keamanan serta ketertiban agar situasi tetap kondusif tetap aman dan damai," ucap Jokowi. 

Minta Polri Gigit Koruptor Dana Covid-19

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) menyampaikan pengarahan kepada ratusan audiens di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (30/6/2020). Jokowi melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah di Jawa Tengah. (Liputan6.com/Gholib)

Selain itu, Jokowi kembali mengingatkan agar Polri terus bersinergi dengan penegak hukum lain mengawal program penanganan Covid-19. 

"Saya perintahkan kepada jajaran Polri, Kejaksaan, KPK, dan lembaga pengawasan internal pemerintah perkuat sinergi, kerja sama. Tolong pelaksanaan program penanganan Covid-19 ini dibantu," kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga meminta kepada Polri dan jajaran penegak hukum lainnya agar tidak ragu menindak tegas pihak-pihak yang berniat memperkaya diri atau korupsi dana bantuan Covid-19.

"Bila ada mens rea-nya ya harus ditindak, silakan digigit saja. Apalagi situasi krisis seperti ini tidak boleh ada satupun yang main-main," tegasnya. 

Menurut presiden, sinergitas antarpenegak hukum adalah hal yang urgent mengingat ada dana senilai Rp 695,2 triliun sebagai alokasi penanganan Covid-19 yang harus diawasi penggunaannya.

Karenanya, presiden menekankan soal aspek pencegahan yang harus lebih dikedepankan.

"Jangan menunggu sampai terjadi masalah. Kalau ada potensi masalah segera ingatkan," kata Jokowi.

Saksikan video pilihan di bawah ini: