Pesan Kapolri agar Herd Immunity Terbentuk di Jawa Tengah

·Bacaan 1 menit

VIVAKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Forkopimda Jawa Tengah supaya betul-betul bisa mengendalikan mobilty indeks dengan mengoptimalkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat hingga 20 Juli 2021.

Hal itu disampaikan Jenderal Sigit saat meninjau vaksinasi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, di Gedung Perkumpulan Masyarakat Solo (PMS) dan Gedung Wanita Sarana Krida Kusuma, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 9 Juli 2021.

“Titik penyekatan dari tingkat kecamatan dan kabupaten agar diperiksa betul sehingga bisa menyaring yang boleh lewat,” kata Sigit.

Menurut dia, Forkopimda Jawa Tengah harus melaksanakan PPKM darurat secara maksimal, caranya lakukan testing dan tracing serta memperkuat treatment dengan menyuplai obat-obatan atau kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat yang isolasi mandiri atau isoman. “Kelola limbah COVID-19 dengan baik sehingga tidak menular,” ujarnya.

Di samping itu, kata dia, guna mempercepat target herd immunity diharapkan ada akselerasi Forkopimda untuk memperluas vaksinasi massal. Sehingga, dalam satu minggu masyarakat yang mendapat vaksin mencapai 1 juta.

Diketahui, sasaran vaksinasi Jawa Tengah telah mencapai 5.508.595 orang. Rinciannya dosis pertama 3.772.042 orang (68,48 persen) dan dosis kedua 1.955.834 orang (35,51 persen). Rata-rata vaksinasi harian periode 1 sampai 7 Juli 2021 sebanyak 72.466 orang per hari.

Kemudian, jumlah titik penyekatan PPKM darurat sebanyak 236 titik. Rinciannya 4 titik cek poin antar provinsi, 39 titik cek poin antar kabupaten/kota 141 pos pembatasan dan 52 pos pengendalian. Jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 2.526 orang.

Baca juga: Kapolri Optimistis pada Agustus Jawa Timur Capai Kekebalan Komunal

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel