Pesan Ketua Apindo pada Anindya Bakrie untuk Perkuat Kadin

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menitipkan pesan khusus kepada Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie saat pertemuan di Kantor Pusat Apindo, Jakarta, Selasa, 27 April 2021.

Hariyadi menekankan, Anin merupakan sahabat lamanya yang harus bisa memperkuat peran Kadin ke depan. Tidak cuma sebagai mitra pemerintah saja dalam mendorong perekonomian namun juga memperkuat kemitraan dengan asosiasi pengusaha.

"Dengan Pak Anin arahnya bagaimana memperkuat peran Kadin ke depan karena kita ketahui bersama bahwa Kadin itu federasinya asosiasi," kata dia hari ini.

Kadin ditegaskannya membawahi 200-an asosiasi besar para pengusaha. Untuk itu. organisasi tersebut menurutnya harus didorong perannya lebih efektif menyuarakan kepentingan dunia usaha dan itu harus dilakukan per sektor usaha.

"Ini yang perlu kita dorong sehingga perannya itu akan jauh lebih efektif dalam menyuarakan kepentingan dunia usaha," tegas Hariyadi.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) ini juga menekankan, Kadin tidak hanya berkewajiban menyuarakan sektor swasta saja. Sebab, Kadin berdiri di atas tiga pilar, yakni swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan koperasi.

"Untuk BUMN dan koperasi ini yang memang belum tergarap mungkin ini pekerjaan rumahnya pimpinan kadin. Kalau misalnya Mas Anin nanti terpilih perlu memikirkan," tutur dia.

Hariyadi menyatakan, khusus untuk BUMN, saat ini perlu mendapat perhatian khusus Kadin karena semakin lama malah berperan seperti pesaing sektor swasta dan koperasi. Padahal, katanya mereka adalah agen pembangunan.

"Yang harusnya BUMN menempatkan sebagai agen pembangunan, pendorong penyedia infrastruktur atau keperluan mendasar yang swasta tidak mengambil posisi," tegas Hariyadi.

Untuk itu, dia berharap, jika nantinya Anin mendapat amanat untuk memimpin Kadin periode 2021-2026 maka harus bisa menyinergikan dan mendorong kerja sama yang erat antara swasta, BUMN dan koperasi.

"Tapi ini yang terjadi BUMN malah jadi kayak saingan itu jadi PR untuk kita bisa menempatkan nantinya masing-masing kekuatan ekonomi Indonesia perannya di mana saja," ucapnya.