Pesan Megawati Saat Meresmikan Patung Bung Karno di Semarang

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meresmikan patung Bung Karno di polder Stasiun Tawang, Area Kota Lama, Semarang, Rabu (29/9/2021) secara daring.

Di tengah rasa harunya, dia mengingatkan pesan ayahandanya yang pernah menyatakan pahlawan sesungguhnya tidak menginginkan pujian atas jasanya.

Megawati berharap agar patung Bung Karno adalah sebagai warisan, tak sekedar patung, namun pengetahuan akan jasa sang pahlawan harus diketahui dan terus dihidupi.

"Kita tahu bunga mawar menyebarkan baunya tanpa menyebut-nyebut namanya, tapi harum semerbak. Oleh sebab itu bangsa yang tahu menghargai pahlawannya itulah yang bisa menjadi bangsa yang besar. Karena itu jangan lupa sejarah dan hargailah pahlawan kita," kata dia.

Megawati juga mengingatkan, keberadaan patung Bung Karno dan Taman Makam Pahlawan (TMP) yang banyak tersebar di seluruh wilayah di Indonesia sebagai pengingat dan sekaligus bukti kemerdekaan Indonesia bukan hasil pemberian penjajah. Namun berkat perjuangan dan kerja keras para pahlawan.

"Di seluruh negara, mereka selalu punya founding father. Itu kalau benar cara merebut kemerdekaannya, bukan diberikan," kata Presiden RI Kelima itu.

Megawati juga menceritakan sejarah hidup Bung Karno dan para bapak bangsa dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang membiayai pembangunan patung Bung Karno tersebut.

Pada awal tahun 1946, kereta api lah yang membawa rombongan Soekarno dan pemimpin bangsa kala itu, untuk hijrah ke Yogyakarta, di tengah teror dari pasukan penjajah.

Selain itu, Bung Karno juga pernah menjadi pegawai di perusahaan kereta api yang dulu masih dikuasai Belanda. Bahkan, lanjut Megawati, peranan pegawai kereta api dalam kancah republik disampaikan Bung Karno dalam sebuah pantun. Disampaikan saat perayaan dwidasawarsa Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA) pada 28 September 1965.

"Bunyinya adalah Siapa bilang saya dari Tegal, Saya dari Majalengka, Siapa bilang revolusi kita gagal Sebab kita punya PNKA," ujar Megawati.

Mewakili keluarga, Megawati menyampaikan rasa terima kasih yang besar terhadap PT KAI yang telah membangunkan patung Bung Karno itu.

"Sekali lagi terima kasih banyak dan saya mengucapkan bismillahirohmanirohim, maka peresmian patung Ir Soekarno di polder stasiun Tawang Semarang, resmi dibuka," kata Megawati sambil menekan tombol secara virtual.

Bermakna

Sementara itu, Komisaris Utama PT KAI KH Said Siradj, melihat Patung Bung Karno setinggi 14 meter itu penuh dengan energi kewibawaan dan kematangan pemimpin. Dia mengharapkan dengan adanya patung tersebut, auranya itu bisa menulari masyarakat.

"Sebagai seorang pemimpin yang gagah dan anggun, tangan kanan menuju ke atas dan tangan kiri memegang tongkat komando, menggambarkan pemimpin bangsa yang memiliki tujuan untuk menggapai cita-cita bagi kemajuan," kata KH Said saat sambutan sebelum peresmian patung itu secara virtual, Rabu (29/9/2021).

Ketua Umum PBNU itu juga mengingatkan berdirinya patung ini tidak bisa dipisahkan dari Dirut PT KAI terdahulu, Edi Sukmoro serta Pemerintah Kota Semarang.

"InsyaAllah dapat memberikan dampak positif serta memberikan nilai tambah, berkah, kontribusi positif bagi pembangunan kota sebagai kebanggaan wisata Kota Semarang," jelas Kiai Said.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan terima kasihnya kepada Megawati dan keluarga besar Bung Karno yang sempat menghadiri acara peresmian tersebut. Dia menerangkan bahwa monumen Bung Karno yang berdiri di Stasiun Tawang itu merupakan patung keempat Putra Sang Fajar di Semarang.

Menurut Hendi, kehadiran Patung Bung Karno di Polder Tawang tidak hanya menjadi ikon baru Kota Semarang. Yang paling penting adalah figur Bung Karno sebagai founding father Indonesia.

"Sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia, yang pertama kali meletakkan fondasi pembangunan negara serta ajaran-ajaran ideologi yang sampai dengan hari ini sangat relevan dan besar manfaatnya untuk kemajuan Republik Indonesia," jelas Hendi.

Dalam acara tersebut, turut hadir keluarga Bung Karno yang jug aKetua DPP PDIP Prananda Prabowo dan Ketua DPR Puan Maharani.

Selain itu, hadir juga Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang 'Pacul' Wuryanto, dan pengurus PDIP lainnya.

Pihak PT KAI pun hadir, yaitu Dirut PT KAI Didiek Hartyanto dan mantan Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Patung itu sendiri dibuat oleh seniman Ketut Winata.

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel