Pesan Menko Airlangga ke Gubernur Maluku: Penanganan Covid-19 Sudah Baik, tapi Jangan Berpuas Diri

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Ambon, Maluku. Salah satu agenda kunjungan tersebut adalah meninjau program vaksinasi di Tribun Lapangan Merdeka.

Airlangga mengapresiasi antusiasme warga Kota Ambon yang melakukan vaksinasi di Tribun Lapangan Merdeka. Sentra vaksinasi di Tribun Lapangan Merdeka diselenggarakan pada 22 September hingga 14 Oktober 2021.

vaksinasi di Tribun Lapangan Merdeka ditargetkan bisa menjangkau 20 ribu orang. Sedangkan khusus pada 4 Oktober 2021 ini ditargetkan 2 ribu orang.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan vaksinator yang terbagi menjadi 7 serta berasal dari Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kota Ambon dan tim dari TNI. Sementara itu, jenis vaksin yang digunakan yakni Sinovac, AstraZeneca, dan Moderna.

"Adanya kegiatan tersebut dapat memudahkan masyarakat untuk vaksinasi dan meningkatkan capaian vaksinasi secara signifikan," kata Airlangga di Ambon, Senin (4/10/2021).

Sampai dengan 3 Oktober 2021, vaksinasi di Lapangan Merdeka telah mencapai 1.097 orang. Sedangkan untuk capaian keseluruhan Dosis 1 di Kota Ambon yaitu 197.895 orang (72,22 persen), Dosis 2 yaitu 107.902 orang (39,4 persen), dari target 274.194 orang.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Stok Vaksin

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hararto menyaksikan vaksinasi di Tribun Lapangan Merdeka Sumatera Barat. (Dok Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hararto menyaksikan vaksinasi di Tribun Lapangan Merdeka Sumatera Barat. (Dok Kemenko Perekonomian)

Airlangga mengatakan, stok vaksin di Provinsi Maluku relatif mencukupi, sementara untuk Kota Ambon masih mencukupi untuk 19 hari ke depan. Tercatat hanya ada dua kabupaten yang mempunyai estimasi stok kurang dari 14 hari yakni di Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Selama 9 Agustus-3 Oktober 2021, Provinsi Maluku mengalami penurunan kasus aktif sebesar 94,67 persen. Puncak penambahan kasus harian di Provinsi Maluku terjadi pada bulan Juli, tepatnya di 6 Juli 2021 dengan mencatatkan sejumlah 349 kasus.

Saat ini, tren kasus harian Covid-19 di Provinsi Maluku sudah menurun, walaupun masih fluktuatif. Rata-rata kasus harian pada minggu terakhir September 2021 hanya single digit yakni 4 kasus per hari.

Penambahan kasus harian tertinggi terjadi pada 23 September sebanyak 37 kasus. Hal ini yang mendorong Provinsi Maluku berhasil masuk Level Asesmen 2. Sementara, Kota Ambon pun berada pada Level Asesmen 2.

Airlangga memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku beserta jajarannya yang telah berhasil membawa wilayahnya masuk dalam PPKM Level 2. Meski terjadi penurunan kasus di Maluku dan Ambon, Airlangga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi ledakan kasus baru.

"Seperti yang tadi dilaporkan, saya yakin penanganan Covid-19 di Maluku dan Ambon sudah baik. Namun kita tidak boleh berpuas diri, harus tetap waspada," kata Airlangga.

Rumah Sakit Covid-19 Tetap Dibuka

Alat pendukung perawatan pasien virus corona COVID-19 terlihat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Alat pendukung perawatan pasien virus corona COVID-19 terlihat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengatakan Rumah Sakit Covid-19 tidak akan ditutup meski sudah tidak memiliki pasien. Alasannya, belum ada pencabutan status pandemi meskipun sudah tidak memiliki pasien Covid-19. Keberadaan rumah sakit menjadi upaya pemerintah siap siaga menghadapi kemungkinan adanya kasus baru atau lonjakan kasus.

"Kalau ada RS Covid-19 yang sekarang jumlah pasiennya relatif nol (tidak ada), tapi itu belum boleh ditutup karena belum ada satu negara yang mengangkat (status) pandemi. Harus tetap siap, jangan sampai tidak siap jika sampai terjadi kenaikan kasus lagi," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Menko Airlangga juga bertemu muka dan memberi semangat para tenaga kesehatan di Kota Ambon yang selama ini telah berjuang maksimal untuk menangani Covid-19 dan menjalankan proses vaksinasi bagi seluruh masyarakat. Airlangga meminta vaksinasi booster kepada para tenaga kesehatan dipercepat untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang menjadi garda terdepan dalam menangani pasien dengan Covid-19.

"Saya harap suntikan booster nakes bisa dipercepat jadi tidak ada nakes yang terekspos," kata dia.

Perwakilan tenaga kesehatan yang hadir berasal dari 22 Puskesmas, 8 RS Rujukan Covid-19 dan Fasyankes pelaksana vaksinasi, kemudian perwakilan RS Lapangan, KKP, BTKL, BPOM, yang seluruhnya berjumlah 105 orang, serta perwakilan dari tim vaksinator sejumlah 49 orang. Menko Airlangga dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan secara simbolis, bantuan berupa sembako dan bantuan dana pendidikan bagi anak-anak tenaga kesehatan.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga antara lain Menteri Perindustrian, Gubernur Maluku, Anggota DPR RI, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Deputi Bidang Koordinasi Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi, serta Wali Kota Ambon.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel