Pesan Menyentuh Seorang Ibu dengan Kursi Roda untuk Masyarakat Disabilitas

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Seperti kebanyakan ibu, Alana Nichols tahu persis tentang perasaan cinta dan rasa lelah yang dirasakan bersamaan ketika merawat buah hatinya. Namun, ada perbedaan antara Nichols dan ibu lain yaitu perjalanannya menjadi ibu difabel dengan kursi roda.

Dahulu, Nichols mengalami patah tulang punggung saat melakukan trik snowboarding di 17 tahun. Saat itu juga dia lumpuh dari pinggang ke bawah. Sekarang Nichols berusia 36 tahun dan ia telah menjadi ibu dari bayi laki-laki berusia 7 bulan bernama Gunnar.

Nichols telah menjalani lebih banyak hidupnya dengan kursi roda daripada tanpa, dan dia belajar bagaimana mengubah dirinya. Nichols sendiri adalah atlet multi-olahraga dan Paralimpiade wanita AS pertama untuk memenangkan medali emas di Olimpiade Musim Panas (untuk bola basket kursi roda) dan Pertandingan Musim Dingin (untuk ski alpine). Selain itu, dia baru-baru ini diangkat menjadi presiden Women’s Sports Foundation.

Namun, dengan kelahiran anaknya, Nichols melihat dirinya sebagai ibu dengan kehidupan yang luar biasa. Dan seringkali, dia tidak melihat dirinya sebagai inspirasi.

"Jika saya hanya membeli bahan makanan, menurut saya itu tidak menginspirasi," kata Nichols, seperti dikutip Today. “Namun jika orang berpikir saya adalah inspirasi untuk bangkit kembali setelah terjatuh dan melakukan sesuatu yang luar biasa - seperti turun gunung dengan kecepatan 70 mph, itu terasa menyenangkan. Namun, jika orang-orang termotivasi oleh saya sebagai seorang ibu penyandang disabilitas, tidak apa-apa juga. ”

Kehidupan ibu menghadirkan semua tantangan khas untuk Nichols. “Tidak mudah bagi siapa pun untuk menjadi orang tua,” kata Nichols, “tetapi menjadi seorang ibu di kursi roda memang menghadirkan tantangan khusus.”

Karena itu ia berbagi tujuh hal yang dia harap orang tahu tentang kehidupan di atas roda:

1. Jangan kasihani orangtua yang menggunakan kursi roda.

"Saya sangat mencintai hidup saya," kata Nichols. “Hancurnya punggung saya pada usia 17 sangat menghancurkan saya, tetapi itu adalah salah satu hal terpenting yang terjadi dalam hidup saya. Sejak menjadi difabel dan menemukan diri saya lagi sebagai seorang atlet membuka begitu banyak pintu. Saya berkeliling dunia dan berkompetisi dengan tiga cabang olahraga, dan itu adalah peluang yang tidak banyak orang dapatkan. Sekarang, saya bisa menginspirasi orang dan membagikan pesan positif tentang kemungkinan dan mobilitas serta cara berpikir yang berbeda tentang penyandang disabilitas.”

2. Banyak peluang untuk disabilitas

“Jika Anda difabel, Anda akan menemukan semakin banyak perusahaan yang menciptakan peluang bagi penyandang disabilitas dan kita dapat menjalani kehidupan yang luar biasa ini,” kata Nichols. “Bahkan berpikir untuk berjalan suatu hari nanti karena ilmu atau teknologi medis itu mengasyikkan.”

3. Wanita Penyandang Disabilitas Dapat Memiliki Anak

Banyak orang terkejut bahwa dia bisa menjadi seorang ibu, kata Nichols. “Kesalahpahaman adalah bahwa perempuan penyandang disabilitas tidak dapat memiliki anak atau menggendong atau melahirkan secara alami. Orang hanya berasumsi bahwa itu bukan bagian dari hidup Anda.”

4. Percayai keputusan orang disabilitas dan tahu kapan mereka membutuhkan bantuan.

Ada kecenderungan bahwa penyandang disabilitas selalu membutuhkan pertolongan. Meskipun itu benar dalam beberapa kasus, kata Nichols, banyak difabel masih ingin mandiri.

"Ini menyinggung perasaan saya ketika orang bertanya apakah saya perlu bantuan dan saya mengatakan tidak, lalu mereka bertanya lagi," kata Nichols. “Rasanya mereka tidak mempercayai saya atau mereka mempertanyakan kemampuan saya. Saya tahu sulit bagi orang lain untuk memahami kemampuan kami. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan. "

5. Biarkan Anak-Anak Bertanya

Nichols suka ketika anak-anak bertanya tentang kursi rodanya, dan dia lebih suka orang tua lain tidak meminta mereka untuk diam saat mengajukan pertanyaan.

“Itu berkonotasi negatif dan membuat anak takut difabel,” katanya. “Saya suka ketika mereka meminta dan saya memberi tahu mereka bahwa punggung saya patah saat snowboarding dan memiliki cedera tulang belakang yang membuat kaki saya tidak bekerja. Terkadang sulit bagi anak-anak untuk memahami, tetapi banyak dari mereka yang tertarik dengan kursi roda dan saya membiarkan mereka menyentuhnya. Saya ingin mereka merasa tidak apa-apa dan ini tidak menakutkan," ucap Nichols.

6. Kemandirian sangat penting

“Saya memiliki tantangan mobilitas saya, itu pasti,” kata Nichols. “Tapi satu hal yang memberi saya kebebasan adalah kemampuan mengemudi.” Nichols mengendarai mini van, yang memungkinkannya memasukkan anaknya ke dalam mobil, menyimpan kursi rodanya, dan menutup pintu dengan mengetuk tombol. “Saya tidak akan pergi ke banyak tempat jika saya tidak memiliki kendaraan yang mudah diakses,” kata Nichols, “Saya bisa melakukan lebih banyak hal karena itu.”

7. Perencanaan masa depan penting

Ketika Nichols hamil, dia harus mulai berpikir ke depan secara logistik.

Misalnya, dia membuat wastafel dapurnya bisa diakses sehingga dia bisa memandikan anaknya di wastafel.

"Sebagai seorang ibu, ada banyak hal yang tidak Anda ketahui. Jadi, cobalah hal-hal baru. Dorong diri Anda keluar dari zona nyaman Anda. Hitunglah berkat Anda dan fokus pada hal yang positif.

(vania accalia)

Infografis 3 Kelompok Harus Dilindungi Saat Jaga Jarak Cegah Covid-19

Infografis 3 Kelompok Harus Dilindungi Saat Jaga Jarak Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Kelompok Harus Dilindungi Saat Jaga Jarak Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini: