Pesan Moral Film 50/50, Ketika Hidup Memberikan Ujian Terberat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Hidup memang tidak selalu memberikan hal yang menyenangkan. Ada kalanya manusia diberikan ujian. Meskipun di balik beberapa tantangan hidup memberikan berkah tersendiri, tak jarang ada segelintir manusia yang frustasi karena merasa hidup tidak adil.

Hal ini tampaknya sedang dialami oleh Joseph Gordon Levitt dalam film yang dibintanginya dengan judul 50/50. Bagaimana tidak, pria yang merupakan penyiar radio swasta di Seattle ini tiba-tiba didiagnosis mengidap penyakit kanker.

Padahal dalam selama ia hidup, dirinya sangat jauh dari makanan hingga gaya hidup yang menjadi faktor pemantik penyakit ini tumbuh. Saat itu juga ia merasa hampa dan tidak bisa menerima atas vonis dokter yang diberikan kepadanya.

Film 50/50 yang disutradarai oleh Jonathan Levine ini pun menawarkan kisah haru atas perjuangan seseorang menggunakan sisa hidupnya untuk mencari obat agar bisa menyembuhkan penyakitnya.

Selain akting Joseph Gordon Levitt yang memukau, pastinya jalan cerita film 50/50 memberikan pesan moral tersendiri. Apa sajakah itu? Berikut ini beberapa poin pesan yang bisa dipetik dari film 50/50.

Beberapa Hal Tidak Bisa Dirubah

Mungkin ada pepatah yang berbunyi “jika kamu tidak suka akan suatu hal, ubahlah.” Namun sayangnya, ada beberapa hal di dunia yang tidak bisa diubah seperti contohnya adalah masa lalu.

Bukan hanya masa lalu, beberapa hal seperti kehilangan benda, ditinggal keluarga, hingga vonis kanker seperti yang dialami oleh karakter Adam dalam film 50/50, menunjukkan bahwa ada hal yang tidak bisa diubah oleh manusia seberapa besar ia mencoba.

Hal yang ingin disampaikan oleh film Hollywood ini adalah, ini bukan tentang reaksi Anda menghadapi kabar buruk, tapi lebih kepada bagaimana Anda menghadapinya dan menerimanya setelah hal itu merubah hidup Anda.

Belajar Menerima Keadaan

Menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja dan selalu menghindari hal yang membawa buruk bagi tubuh pastinya membuat Adam kaget ketika dirinya divonis kanker langka. Hal ini menjadi pertanyaan dirinya sendiri. Dirinya yang selama hidup selalu menerapkan pola hidup sehat, merasa bingung dari mana datangnya penyakit ini.

Melalui pengalaman hidup Adam, penonton diajak untuk belajar untuk ikhlas bisa menerima keadaan. Awalnya, Adam mungkin terpukul karena harus mengetahui badannya digerogoti oleh penyakit mematikan.

Bukannya putus asa, karakter Adam justru memperlihatkan kekuatan dari dalam dirinya untuk tetap bergerak maju dan berhenti mengeluh. Tidak terlewat juga ia kerap berpikir positif.

Menggunakan Waktu Sebaik Mungkin

Adam mendapat kabar tidak mengenakkan ini di usianya yang masih terbilang muda yakni 30 tahun. Banyak cita dan cinta yang belum ia dapatkan. Beberapa mimpi yang masih menjadi angannya pun rasanya hilang begitu saja.

Walaupun waktu yang miliki sudah tidak sebanyak yang ia pikirkan sebelumnya, Adam akhirnya belajar untuk lapang dada menerima takdir. Ia tetap bisa menghabiskan waktu untuk sesuatu yang lebih produktif ketimbang harus meratapi apa yang sudah menjadi bagian hidupnya.

Dibantu dengan beberapa teman sekantornya dan juga dukungan dari pasien yang menjalani terapi bersamanya, Adam tetap berpikiran positif meskipun peluang dirinya untuk sembuh hanya 50:50.

Itulah beberapa pesan moral yang bisa Anda temukan dalam film 50/50. Bagi Anda yang ingin menyaksikannya, dapat langsung menyaksikan film 50/50 full movie di aplikasi Vidio. Dapatkan akses konten premium selama 7 hari seharga Rp. 2.022 dengan menggunakan kode VIDIO2022. Promo berlaku hingga 31 Desember 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel