Pesan Narkoba, Napi Diduga Gunakan Handphone

TEMPO.CO, Madiun - Peredaran maupun penyelundupan narkotika dan obat terlarang di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun diduga didukung mudahnya akses berkomunikasi. Para tahanan maupun narapidana diduga leluasa menggunakan handphone

»Untuk berhubungan dengan orang luar, jelas ada komunikasi, entah menggunakan handphone atau alat komunikasi lain,” kata Kepala Satuan Reserse dan Narkoba Kepolisian Resor Madiun Kota, Ajun Komisaris Misrun, Rabu, 23 Mei 2012.

Selain melalui handphone, di LP juga disediakan alat komunikasi telepon kabel di warung telekomunikasi (wartel), namun penggunaan telepon wartel diawasi petugas LP.

Misrun berharap pihak LP semakin memperketat pemeriksaan pembesuk agar penyelundupan narkoba yang dititipkan melalui pembesuk tidak terulang. »Masih ada modus-modus lain yang tidak bisa saya sampaikan,” ucapnya.

Bukti bahwa tahanan maupun narapidana menggunakan handphone terlihat dari beberapa kali pemusnahan handphone oleh petugas. Pada Maret 2011 lalu, petugas LP Kelas I Madiun memusnahkan 22 unit handphone yang digunakan tahanan dan narapidana. Sejumlah handphone juga pernah dimusnahkan pada April 2012 lalu.

Temuan handphone itu hasil razia rutin petugas. »Razia dilakukan secara rutin tapi waktunya diacak,” kata Kepala Bidang Kegiatan Kerja LP Kelas I Madiun yang juga Pelaksana Tugas Kepala LP Narkotika Madiun, Marselina Budiningsih.

Terkait fasilitas wartel, menurut Marselina boleh digunakan dengan pengawasan petugas LP. »Pembicaraan melalui telepon didengar langsung oleh petugas,” ujarnya.

Kepala Pengamanan LP Kelas I Madiun, Kokok Haryoko, mengakui pengawasan di LP masih dilakukan secara manual. »Di LP Madiun belum ada CCTV (closed circuit television) maupun peralatan pengawasan elektronik lainnya,” tuturnya.

Meski begitu pemeriksaan terhadap pembesuk dan barang bawaan pembesuk selalu dilakukan. Petugas telah membagi tahap pemeriksaan mulai dari pintu utama hingga pintu menuju ruang besuk. »Setiap barang bawaan dibongkar dan ada ruangan khusus untuk menggeledah pembesuk,” katanya.

Selama Januari hingga Mei 2012, setidaknya sudah lima kali temuan narkoba. Pada 19 Maret 2012 ditemukan dua bungkus kardus kecil total berisi 6 ribu butir pil koplo di kawasan sel FU. Lalu 16 April 2012 ditemukan dua bungkus plastik total berisi 4 ribu pil koplo di atas atap dan di tanah kawasan Blok G.

Kemudian 29 Maret 2012 ditemukan sabu seberat 50,97 gram dalam bungkusan plastik yang disimpan di balik bra pembesuk wanita. Lalu 8 Mei 2012 ditemukan empat paket kecil ganja kering total seberat 67,51 gram dan satu paket kecil sabu seberat 0,34 gram yang diselipkan di dalam alas sandal pembesuk pria.

Kasus terbaru, yakni 15 Mei 2012, ditemukan 106 butir pil penenang yang dimasukkan di balik alas sandal jepit yang dikenakan salah satu tahanan sekembalinya ke LP usai sidang di Pengadilan Negeri Kota Madiun.

ISHOMUDDIN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.