Pesan owner RRQ dan BOOM Esports kepada semua gamer yang memiliki cita-cita menjadi pro player

Verdi Hendrawan

Menjadi pemain profesional alias pro player adalah idaman banyak gamers di dunia. Bermain game, ikut kompetisi, terkenal, dan mendapatkan penghasilan besar adalah sesuatu yang sangat menggiurkan.

Dengan semakin berkembangnya esports di dunia, termasuk Indonesia, pekerjaan menjadi pro player adalah incaran banyak anak muda. Hal ini begitu tampak dari begitu besarnya antusiasme pemain game untuk mengikuti setiap turnamen, apalagi ketika ada organisasi esports yang tengah membuka kesempatan bergabung.

Sah-sah saja bagi setiap orang untuk bercita-cita menjadi pemain profesional. Namun, jangan pernah berharap bahwa pekerjaan ini mudah untuk diarungi karena memiliki tanggung jawab yang besar pula, layaknya para profesional di bidang lainnya.

Hal ini diungkapkan langsung oleh owner Rex Regum Qeon (RRQ), Riki Kawano Suliawan, dalam video Listen Up! Podcast di channel YouTube One Up beberapa hari lalu. ada banyak hal yang hadur diketahui bagi semua gamer yang ingin menjadi pro player.

“Seperti yang selalu saya katakan kepada banyak orang bahwa pro player itu bukan main game, tetapi ini adalah pekerjaan. Jangan berharap menjadi pro player itu seru,” ucap Riki.

“Anak-anak (pemain RRQ) terkadang latihan 10-11 jam, tetapi tidak punya pilihan untuk memainkan banyak game. Mau mual atau muntah, setiap hari mereka memainkan game yang sama terus menerus. Kesannya memang keren, tetapi menjadi pro player itu bukan sebuah pekerjaan yang mudah,” tuturnya.

Dalam acara yang sama, hal ini juga dibenarkan oleh owner BOOM Esports, Garry Ongko. Jika tidak benar-benar serius untuk menjadi pro player, mungkin sepekan berada di gaming house, mereka sudah tidak betah dan ingin pulang ke rumah.

Kredit: Instagram.com/boomesportsid/

“Tim Dota kami bisa latihan delapan jam sehari, itu baru latihan tim. Selain itu mereka juga punya porsi latihan individual karena seorang pemain harus terus mengasah skill individual menjadi lebih bagus,” ucap Garry.

“Selain itu ada juga sesi nonton replay yang mungkin menghabiskan dua-tiga jam. Semua itu bukan hal yang menyenangkan. Semua ini membosankan,” ujarnya.

Jadi, meski terkesan santai dan bisa mendapatkan banyak uang, pekerjaan menjadi pro player itu bukan sesuatu yang mudah. Komitmen dari setiap pemain juga amat sangat penting demi kelangsungan karier, sama seperti pekerjaan-pekerjaan lainnya.

BACA JUGA: Owner RRQ beberkan rata-rata pengeluaran organisasi dalam satu bulan