Pesan Para Tokoh dari Kepala Daerah hingga Jokowi di Hari Pahlawan

·Bacaan 13 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pada hari ini, Selasa (10/11/2020), diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai Hari Pahlawan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun menjadi Inspektur Upacara Ziarah Nasional dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

Upacara digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan dan disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden.

Melalui akun instagramnya @jokowi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak masyarakat Indonesia untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur.

"Perjuangan kita kini adalah memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 yang sudah delapan bulan mendera negeri ini," ujar Jokowi.

Tak hanya Jokowi, kepala daerah hingga menteri juga turut menyampaikan sejumlah pesan saat Hari Pahlawan ini.

Salah satunya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk bekerja bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam momen Hari Pahlawan.

Berikut deretan pesan dari para tokoh mulai kepala daerah, menteri, hingga Presiden Jokowi di Hari Pahlawan ini dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan rata-rata pemeriksaan spesimen mencapai 270.000 dari sekitar 33.000 orang per hari saat dialog di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (22/10/2020). (Tim Komunikasi Publik Satgas COVID-19)
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan rata-rata pemeriksaan spesimen mencapai 270.000 dari sekitar 33.000 orang per hari saat dialog di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (22/10/2020). (Tim Komunikasi Publik Satgas COVID-19)

Di momentum Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengajak kita semangat patuh protokol kesehatan.

"Hari Pahlawan ini harus kita jadikan sebagai titik tolak bagi kita semua untuk mengenang kembali sejarah perjuangan bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang tangguh, mampu mengusir penjajah dari tanah kelahiran kita semuanya," tutur Doni melalui pesan virtual, Selasa (10/11/2020).

"Momen Hari Pahlawan ini pun harus kita jadikan sebagai ujung tombak. Agar kita semuanya bisa mengambil bagian sebagai pahlawan-pahlawan kemanusiaan, dengan mengeluarkan semangat patuh terhadap protokol kesehatan," sambung dia.

Protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan air mengalir penting dilakukan selama pandemi Covid-19. Kuncinya, mencegah penularan Covid-19.

"Kami juga mengajak kepada semua pihak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan sesuai (keyakinan) agama kita masing-masing. Agar kita diberikan kesabaran dalam menghadapi Covid-19," imbuh Doni.

Dia mengingatkan, momen Hari Pahlawan ini pun harus dijadikan sebagai ujung tombak agar kita semuanya bisa mengambil bagian sebagai pahlawan-pahlawan kemanusiaan, dengan mengeluarkan semangat patuh terhadap protokol kesehatan.

Doni juga mengajak masyarakat meningkatkan imunitas tubuh. Imunitas tubuh yang baik akan menjaga kita tetap sehat dan terhindar dari paparan virus.

"Kami juga mengajak semua pihak untuk mampu meningkatkan imunitas tubuh dengan cara olahraga yang teratur, konsumsi makanan yang bergizi, meminum vitamin, dan tidak boleh panik serta hati yang selalu gembira," ucap dia.

"Mudah-mudahan upaya kita untuk mengajak semua pihak agar patuh terhadap protokol kesehatan akan menyelamatkan lebih banyak keluarga besar bangsa Indonesia. Apabila kita mampu melakukan itu, maka sesungguhnya kita telah menjadi bagian dari pahlawan-pahlawan kemanusiaan," jelas Doni.

Gubernur Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk bekerja bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam momen Hari Pahlawan.

Ia juga juga mengajak warga bahu-membahu menghadapi tantangan yang semakin berat dan beragam.

"Antara pimpinan dan masyarakat, lalu antara masyarakat dan masyarakat, harus saling bahu-membahu serta memiliki keinginan kuat untuk mengatasi tantangan," ujar dia saat menyampaikan sambutan sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-75 di Tugu Pahlawan Surabaya, seperti dikutip dari Antara.

Khofifah juga mengajak seluruh warganya bekerja ikhlas dan bersinergi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Mari bekerja bersama-sama, dan bersama-sama bekerja," ujar dia.

Ia menyebut Jawa timur sebagai provinsi pahlawan karena telah melahirkan banyak pahlawan, tokoh nasional dan internasional, tokoh pemuda, dan organisasi Islam terbesar di Indonesia.

"Di Tugu Pahlawan sejarah tercatat. Rakyat berjuang di Jalan Pahlawan, Genteng Kali, Tegal Sari, Bubutan, dan tempat-tempat lainnya. Tujuh puluh lima tahun lalu, 10 November 1945, Arek-Arek Suroboyo dan Jatim berperang melawan sekutu dengan kemenangan gemilang mempertahankan RI," terang Khofifah.

"Bung Tomo yang menggerakkan energi dan semangat luar biasa dangan pekik merdeka dan Takbir," ia menambahkan.

Khofifah menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pahlawan, keluarga pahlawan, perintis kemerdekaan, dan veteran yang ikut berjuang meraih dan mempertahankan Kemerdekaan RI pada Hari Pahlawan 10 November 2020.

Berkenaan dengan pengendalian Covid-19, Khofifah mengajak seluruh masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan meski Jawa Timur dinilai sudah berhasil mengendalikan penyakit tersebut.

Mantan Menteri Sosial itu berterima kasih kepada semua yang terlibat dalam penanggulangan Covid-19, termasuk dokter, tenaga kesehatan, TNI, Polri, perguruan tinggi, media massa, dan seluruh elemen masyarakat.

"Terima kasih kepada semuanya dan selalu waspada, ditambah berdoa kepada Allah SWT agar pandemi ini segera berlalu," jelas dia.

Upacara Peringatan Hari Pahlawan digelar di Tugu Pahlawan dengan menerapkan protokol kesehatan. Seluruh peserta upacara diwajibkan pakai masker dan menjaga jarak.

Wagub DKI Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Ist)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Ist)

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan momentum Hari Pahlawan dapat dimanfaatkan untuk gotong royong dan tetap berjuang melawan pandemi virus Corona Covid-19.

Sedangkan kata dia, pada masa lalu para pahlawan berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Sekarang di masa pandemi ini kita berjuang melawan Covid-19. Saatnya kita bersatu, gotong royong, bersama saling mengisi. saling membantu sesama. Jangan saling menyalahkan, kita terus berjuang melawan pandemi ini," kata Riza di Balaikota, Jakarta Pusat.

Politikus Gerindra itu juga mengharapkan agar perkembangan kasus Covid-19 dapat terus menaik dengan seiring peningkatan fasilitas pendukung lainnya. Saat ini tingkat kesembuhan Covid-19 di Jakarta mencapai 90 persen.

Lalu, kata dia, adanya penurunan persentase tingkat kematian akibat Covid-19 juga terus menunjukkan adanya penurunan sampai 2,1 persen.

"Berbagai fasilitas, ruang isolasi, ruang ICU, tempat tidur, dan juga berbagai fasilitas lainnya, tenaga kesehatan, rumah sakit rujukan seluruhnya semakin baik dan semakin meningkat," ucap dia.

Karena hal itu, dia mengimbau agar masyarakat terus mengutamakan pelaksanaan protokol kesehatan saat beraktivitas.

"Kami minta agar terus mempertahankan dan meningkatkan disiplinnya mengenai 3M, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker," jelas Riza.

Gubernur dan Wagub Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan kepada pers usai mendapatkan suntik vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jumat (28/8/2020). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan kepada pers usai mendapatkan suntik vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jumat (28/8/2020). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, semangat pahlawan harus dijadikan pemicu menuju Indonesia Emas 2045. Maka itu, dia mengajak semua elemen bangsa untuk menyalakan kembali semangat pahlawan Tanah Air di peringatan Hari Pahlawan.

"Mari kita buktikan kepada para pahlawan pendiri NKRI, bahwa tahun 2045 adalah tahun emas, tahun di mana Indonesia menjadi negara adidaya," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil di Jakarta.

Emil pun berpesan kepada generasi muda untuk menuangkan ide dan pemikirannya menjadi karya nyata.

Dan sebagai calon pemimpin masa depan, kata dia, generasi muda harus melahirkan karya secara konsisten dan produktif. Sebab, produktivitas menunjukkan keberdayaan.

Selain itu, menurut Emil, generasi muda harus memegang prinsip sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesama. Dia juga menyebut, semua pahlawan memegang teguh prinsip tersebut.

"Dalam hidup ini, jadilah orang yang bermanfaat. Jika tidak bisa, jadilah orang yang menyenangkan orang lain. Jika tidak bisa juga, minimal jadilah orang yang tidak merugikan atau menyusahkan orang lain," kata Emil mengakhiri.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan tingkat Jawa Barat Tahun 2019 di Lapang Gasibu, Kota Bandung.

Upacara diawali dengan mengheningkan cipta selama 1 menit untuk mengenang perjuangan dan jasa pahlawan Indonesia.

Dalam amanatnya, Uu mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan merupakan momentum untuk menghargai jasa dan pengorbanan pahlawan Tanah Air.

Selain itu, Uu juga berharap pengorbanan para pahlawan Indonesia dapat memantik semangat generasi muda untuk berinovasi.

"Menjadi pahlawan masa kini bisa dilakukan siapapun dalam bentuk aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI. Misalnya, tolong-menolong, tidak memprovokasi, tidak menyebarkan hoaks, tidak merugikan orang lain," kata Uu.

Menurut Uu, pahlawan masa kini dapat mengatasi semua problem bangsa. Maka itu, nilai-nilai kepahlawanan mesti disebar dan ditanam kepada generasi muda.

Uu juga mengatakan bahwa nilai-nilai kepahlawanan saat ini bukan soal pengorbanan atau mengusir penjajah, melainkan menorehkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.

"Maknai hari pahlawan ini dengan bekerja membangun negeri untuk Indonesia maju," kata Uu.

Usai upacara peringatan Hari Pahlawan, Uu bersama jajaran FKPD, termasuk Wali Kota Bandung melakukan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung.

Sebelum tabur bunga, Uu melakukan penghormatan. Dia juga menaburkan bunga dan memanjatkan doa kepada pahlawan dan mantan pemimpin Tanah Pasundan.

"Selamat hari pahlawan dan jadilah pahlawan masa kini yang membanggakan negeri," ucap Uu mengakhiri.

Menteri Keuangan

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada momentum peringatan Hari Pahlawan, Bangsa Indonesia tengah berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Pandemi ini tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan, tetapi juga memporakporandakan perekonomian nasional.

Melihat situasi ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak masyarakat, utamanya jajaran Kementerian Keuangan untuk tidak menyerah pada Covid-19.

"Kita semua saat ini sedang berjuang menggunakan seluruh pemikiran kita, pengalaman kita, semangat kita, dan tentu di dalam kewenangan kita mengelola keuangan negara bagi sebaik-baiknya menyiapkan Indonesia untuk bisa tidak hanya melawan, mengendalikan. Dan akhirnya berharap bisa menundukkan ancaman pandemi Covid-19," kata Sri Mulyani dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan.

Sri Mulyani menuturkan, APBN telah melakukan tugas yang luar biasa tahun ini untuk penanganan Covid-19. Namun ini belum berakhir. Menkeu mengatakan masih ada perjalanan panjang untuk bisa memulihkan kehidupan masyarakat dan meningkatkan perekonomian.

"Saya ingin dalam Suasana Hari Pahlawan mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan, marilah kita semua belajar dari pahlawan pendahulu kita yang selalu menghadapi tantangan dengan berdiri tegak, dengan mata menatap tanpa rasa gentar dan takut. Dan dengan hati yang bulat kita semua menghadapi dan berjuang mengatasi masalah dan implikasinya," seru Sri Mulyani.

"Selama rakyat Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu kita tidak akan menyerah kepada siapapun juga," kata dia mengutip pesan Bung Tomo.

Meneruskan pesan tersebut, Menkeu mengajak masyarakat agar bergotong royong menjalani dan menangani krisis Covid-19.

"Kita tidak akan menyerah kepada siapapun, termasuk kepada Covid-19. Mari kita bersama untuk bergandeng tangan, bergotong royong, saling mendukung untuk terus menjaga negara kesatuan Republik Indonesia Jangan Pernah Lelah mencintai RI berikan yang terbaik untuk negara dan bangsa ini," pungkas Sri Mulyani.

Ketua DPR RI

Ketua DPR RI Puan Maharani di Rapat Paripurna DPR RI dalam rangka ulang tahun ke-75 DPR. (Foto: Dokumentasi DPR).
Ketua DPR RI Puan Maharani di Rapat Paripurna DPR RI dalam rangka ulang tahun ke-75 DPR. (Foto: Dokumentasi DPR).

Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di atas KRI di perairan Teluk Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan tabur bunga untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Upacara dan tabur bunga di perairan Teluk Jakarta dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB, atau bersamaan waktunya dengan upacara tabur bunga yang dipimpin Presiden Joko Widodo di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang dan berkontribusi bagi kemajuan Tanah Air. Semangat juang para pahlawan mesti menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa untuk terus mengupayakan kemajuan bangsa,” kata Puan Maharani, seusai memimpin upacara.

Puan menyampaikan, usai masa perjuangan kemerdekaan, sosok -sosok pahlawan juga terus muncul dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Menurut Puan, para pembawa perubahan yang memberikan kontribusi positif dalam berbagai sektor kehidupan juga layak diberi gelar pahlawan.

"Termasuk para tenaga medis, peneliti, dan akademisi yang terus berjuang dalam menghadapi pandemi Covid -19," ujarnya.

Selain itu, Puan juga menyebut masyarakat yang disiplin menerapkan gerakan 3M juga telah menjadi pahlawan bagi sesama karena telah berjuang menekan penularan Covid -19.

"Mari menjadi pahlawan bagi sesama, bagi masyarakat, dan Tanah Air kita tercinta dengan berkarya dan berkontribusi positf bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia," tandas Puan.

Mantan Presiden RI

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. (Putu Merta Suryaputra/Liputan6.com)
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. (Putu Merta Suryaputra/Liputan6.com)

Di Hari Pahlawan yang jatuh hari ini, Senin (10/11/2020) Ketua Umum PDIP yang jga Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri merasa bangga, lantaran tiga daerah yang dipimpin kadernya menerima penghargaan sebagai kota mahasiswa.

Adapun daerah yang dimaksud adalah, Semarang yang dipimpin Wali Kota Hendrar Prihadi, Kota Solo oleh FX Hadi Rudyatmo, dan Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini.

Diketahui, penghargaan tersebut berdasarkan riset yang dilaksanakan oleh tim yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Hafid Abbas.

"Terima kasih yang jadi peringkat kesatu, kedua, dan ketiga, Semarang, Solo, Surabaya, itu adalah anak-anak dari partai saya," kata Megawati, yang hadir secara virtual.

Menurutnya, para kepala daerah itu bisa memembangun kotanya menjadi city of intelectual karena mereka selalu diajarkan di partai, bagaimana harus menjadi pemimpin yang memperjuangkan rakyat.

"Saya bilang ke Hendi (sapaan Hendrar Prihadi), ketika saya rekomendasi, tugasmu cuma satu, bikin Kota Semarang jadi bagus seperti kriteria disampaikan Pak Hafid Abbas tadi," ujar Megawati.

"Sama juga sama Rudy di Solo. Saya tugasi, tolong bikin rakyat di Solo nyaman. Saya dengar universitas di sana ini juga buka bagian boga. Bayangkan Kota Solo itu makanannya enak-enak. Saya pernah diajak kawan saya, mau salat subuh, kembali salat subuh lagi, untuk wisata kuliner. Rasanya enak dan murah meriah. Tapi intinya, kenapa Solo bisa demikian? Karena pemimpinnya mengerti dan mendalami kebutuhan rakyatnya," lanjut dia.

Megawati justru menyayangkan Kampus UNJ di Rawamangun, Jakarta, belum masuk kategori city of intellect atau kota mahasiwa. Padahal, prasasti yang pertama kali menyampaikan visi itu justru berada di sana.

"Sayang kan kalau Rawamangun belum berhasil jadi city of intellect. Jadi para akademisi, saya mohon sangat, secara akademis kita melihat kita ini tujuannya mau kemana," kata Megawati.

Selain itu, Megawati sejenak mengajak untuk melihat ke belakang, melihat bagaimana perjuangan para anak-anak bangsa mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diraih.

Menurut dia, momentum mempertahankan kemerdekaan Indonesia, itu digaungkan oleh para santri pada 22 Oktober 1945, dengan semangat hubbul wathon minal iman.

"Semangat hubbul wathon minal iman oleh para santri melalui revolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 menjadi api semangat bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia," kata Megawati.

Semangat inilah, lanjut dia, membawa sampai ke Surabaya, tepatnya di Hotel Yamato. Di mana para pemuda dengan gagah berani naik ke puncak gedung tertinggi, yang merobekan warna biru pada bendera Belanda, untuk dijadikan sang saka merah putih.

"Generasi muda mustinya mengetahui heroiknya sejarah tersebut," kata Megawati.

Karena itu, dia mengusulkan untuk semua pihak memutarkan kembali film-film dokumenter, agar generasi muda sekarang bsia membayangkan bagaimana sebenarnya perjuangan para pemuda di era kemerdekaan itu.

"Sehingga anak keturunan kita tetap mengerti bahwa mengapa hari pahlawan ini disebut hari pahlawan. Terbayangkankah kalau sekiranya kita merdeka itu dengan diberi? Saya kira tidak akan ada namanya pahlawan," tutur Megawati.

Wapres RI

Wapres Ma'ruf Amin (Istimewa)
Wapres Ma'ruf Amin (Istimewa)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk berefleksi sejenak, pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020.

Menurut dia, sebagai warga negara yang baik wajib mengenang jasa para pahlawan di masa lalu yang tak gentar maju ke medan perang.

"Mereka mempertaruhkan jiwa dan raga demi mewariskan sebuah negeri yang merdeka, kaya, makmur, dan damai kepada generasi masa depan," kata Ma'ruf dalam siaran persnya.

Menurut Ma'ruf Amin, sudah sepatutnya rakyat Indonesia meneladani sikap terpuji para pahlawan yang memiliki semangat juang tinggi, pantang menyerah, tahan uji, rela berkorban, bersatu, dan cinta tanah air.

Dia ingin, sikap para pahlawan tersebut bisa ditanamkan kembali pada diri generasi saat ini dan yang akan datang.

"Hal ini demi membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Terlebih, dalam situasi pandemi Covid-19 yang saat ini menjadi tantangan berat bangsa Indonesia," ujar dia.

Dengan semangat Hari Pahlawan, Ma'ruf menggelorakan kebangkitan Indonesia di masa pandemi Covid-19.

Dia mengajak masyarakat, untuk menjadikan jiwa kepahlawanan sebagai kebangkitan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan.

"Kita tanamkan rasa saling peduli, bangsa Indonesia akan menang dan bangkit kembali dari keterpurukan akibat dampak pandemi Covid-19. Selamat Hari Pahlawan, teriring doa bagi para pahlawan yang senantiasa menjadi panutan kita, semoga arwah mereka beristirahat dengan damai di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," Ma'ruf memungkasi.

Presiden RI

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat KTT ASEAN Khusus Tentang COVID-19 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (14/4/2020). Jokowi mengajak negara-negara ASEAN bersinergi melawan COVID-19. (Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat KTT ASEAN Khusus Tentang COVID-19 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (14/4/2020). Jokowi mengajak negara-negara ASEAN bersinergi melawan COVID-19. (Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak masyarakat Indonesia untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur. Jokowi mengingatkan masyarakat untuk meneruskan perjuangan para pahlawan.

"Perjuangan kita kini adalah memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 yang sudah delapan bulan mendera negeri ini," ujar Jokowi dikutip dari akun instagramnya @jokowi.

Jokowi mengaku, sempat merasa kesulitan saat mengurus sendiri sertifikat tanah. "Saya pernah mengalami sendiri, enggak usah diceritain pun saya sudah tahu (susahnya)," tegas dia.

Dia pun mengaku memutar otak, bagaimana caranya agar Menteri BPN saat mengurus sertifikat bisa cepat selesai, dimudahkan, dan tidak sampai bertahun-tahun.

"Ngurus sertifikat bertahun-tahun," keluh dia.

Jokowi pun mengingatkan, sertifikat tanah adalah bukti hak yang menjamin kepastian hukum atas kepemilikan tanah yang dimiliki.

Sertifikat tersebut sangat penting mencegah timbulnya sengketa dan konflik pertanahan, baik antarindividu, individu dengan perusahaan, maupun individu dengan pemerintah.

"Untuk menghindari itu. Karena sertifikat sangat penting sebagai bukti kepastian hukum, saya ingin pesan, simpan baik-baik yang namanya sertifikat ini. Jangan sampai rusak atau hilang," tandas Jokowi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: