Pesan pendek buat Tuhan

MERDEKA.COM, Kemajuan teknologi telah berhasil mengubah gaya hidup manusia, termasuk dalam soal ibadah. Setidaknya, itulah yang terjadi di kalangan umat Yahudi.

Sejak awal Juli 2009, orang-orang Yahudi di berbagai negara mempunyai satu lagi pilihan untuk berkirim doa jika tidak memiliki kesempatan mengunjungi Tembok Ratapan atau Kotel dalam bahasa Ibrani. Cukup dengan menuliskan harapan dan impian mereka maksimal 140 karakter, doa dikirim lewat jejaring sosial Twitter, seperti dilansir BBC.

Layanan doa lewat Twitter ini diperkenalkan oleh Alon Nil sejak awal bulan lalu. Boleh jadi lantaran tanpa ongkos kirim, hasilnya sungguh luar biasa. Dalam tiga pekan pertama saja, ia kebanjiran seribu doa yang belum selesai dibaca. Ia pun mengakui tidak mampu menangani antusiasme itu. “Namun saya berkomitmen untuk tidak kehilangan satu pengirim doa sekali pun,” kata sarjana ekonomi lulusan Universitas Tel Aviv, Israel, ini.

Doa-doa itu lantas dicetak di atas kertas dan diantar ke Kotel untuk diselipkan di sela rekahan batu Kotel. Sebenarnya, beberapa tahun terakhir, kaum Yahudi bisa mengirim permohonan mereka melalui surat elektronik atau faksimili. Saban tahun, ribuan peziarah melawat ke tembok berusia dua ribu tahun itu. Tembok Ratapan merupakan tempat suci bagi pemeluk Yahudi.

Nil mengungkapkan gagasan itu ia peroleh setelah melihat bagaimana rakyat Iran memanfaatkan Twitter untuk mengirim informasi atau foto soal kisruh politik dua bulan lalu. Ketika itu, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad yang kembali terpilih memblokir Internet dan jejaring sosial seperti Facebook.

Ahmadinejad dikritik karena berupaya menutup-nutupi kekerasan yang diperbuat oleh misili Basij (polisi agama) terhadap ribuan pendukung tokoh reformis Mir Hussein Musawi. Unjuk rasa besar-besaran selama beberapa hari itu menewaskan 17 orang dan ratusan lainnya cedera.

Tentu saja berdoa lewat Twitter ini tindakan keblinger. Padahal, cukup dalam hati atau lisan saja, asal ikhlas, doa dipastikan sampai kepada Tuhan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.