Pesan Penggali Makam Covid-19 Saat Terima Bantuan ACT Palu

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Palu - Sokongan kebutuhan ekonomi dan pangan salah satunya dilakukan oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palu, bahkan sejak Maret tahun 2020 atau sejak pandemi mulai terjadi di Kota Palu.

Mulai dari guru, pedagang kaki lima, warga isolasi mandiri, hingga tenaga kesehatan menjadi sasaran penerima manfaat donasi yang disalurkan. Bahkan, lembaga penggalang donasi tersebut juga menyalurkan donasi ke para penggali makam jenazah pasien Covid-19.

Penyerahan paket bantuan berisi kebutuhan pangan, hand sanitizer, dan masker tersebut dilakukan langsung di kompleks pemakaman umum Poboya sebagai bentuk apresiasi.

"Karena mereka (penggali makam) adalah salah satu bagian penting dalam penanganan Covid-19. Risiko terpapar juga besar," Kepala Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palu, Nana Achdar menerangkan, Minggu (22/8/2021).

Di TPU Poboya sendiri terdapat 9 petugas penggali makam yang setiap harinya bersiaga menangani pemakanan jenazah pasien atau warga yang terpapar Covid-19. Mereka bekerja tak kenal waktu. Bahkan, beberapa pemakaman harus dilakukan malam hari.

Mahmud (50), salah satu petugas penggali menghitung hingga tanggal 17 Agustus sudah 230 liang kuburan yang mereka gali untuk pemakanan khusus pasien Covid-19. Sejak mulai bertugas tahun 2020 Mahmud bilang dia rekan-rekannya kerap harus berhadapan dengan keluarga jenazah yang protes hingga ketakutan akan terpapar Covid-19 meski sudah menggunakan APD lengkap.

"Kami berharap ratusan makam ini menyadarkan orang akan pentingnya menjaga protokol kesehatan. Kami berterima kasih dengan kepedulian ini," Koordinator Petugas Pemakaman Covid-19, Mahmud (50) berharap.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel