Pesan Penting Mahfud MD ke MenPAN-RB Azwar Anas

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut bahwa langkah presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang baru yakni Abdullah Anwar Anas merupakan langkah yang tepat.

"Saya baru saja menyerahkan tugas dan tanggung jawab sebagai Menteri PAN-RB kepada pak Abdullah Azwar Anas yang sudah dipilih oleh Presiden. Menurut kami sangat tepat karena beliau ini energik, kreatif, inovatif, pengalamannya sudah banyak, jadi Bupati, anggota DPR dulu bersama saya, sudah seperti adik," kata Mahfud MD, saat ditemui di Kantor KemenPAN-RB setelah Serah Terima Jabatan, Rabu (7/9).

Di sisi lain, Mahfud pun berterimakasih kepada seluruh pihak di Kementerian PAN-RB dan lembaga-lembaga terkait di dalamnya seperti Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Lembaga Administrasi Negara (LAN), lembaga arsip nasional, dan yang lainnya, sehingga dirinya bisa menjalankan tugas dengan baik sebagai Menteri PAN-RB Ad interim selama hampir 2 bulan.

"Di sini dan sangat gembira memindahkan tugas ke adik (Abdullah Azwar Anas) saya ini, untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik," ujar Mahfud.

sLebih lanjut, Mahfud menyoroti perihal kesiapan SDM di Kementerian PAN-RB yang dinilai masih kurang kemampuannya. Oleh karena itu, dia meminta kepada Menteri PAN-RB yang baru agar bisa mendorong dan meningkatkan kemampuan SDM-nya.

"Kesiapan SDM saya kira, kalau dari sudut konsep dan instrumen-instrumen hukum serta pejabat-pejabat ditingkat pusat sudah siap, tetapi kan kesiapan ditingkat bawah itu ada ratusan ribu pegawai dan ratusan institusi, itu yangharus menyelaraskan itu semua yang perlu kerja keras," ujarnya.

Penataan Reformasi Birokrasi

Menurut Mahfud, penataan reformasi birokrasi dan pendayagunaan aparatur negara itu memiliki tiga pilar. Pertama, organisasinya supaya bisa rapih, terukur, dan efektif.

Kedua, SDM nya juga masih banyak yang orang lama dan itu harus didorong agar punya kemampuan. Ketiga, digitalisasi pelayanan publik menjadi penting.

"Jadi tiga soko guru ini harus simultan dan banyak tantangan. Untuk menghadapi tantangan itu menurut saya pak Abdullah sudah punya pengalaman dan kemampuan," pungkasnya. [idr]