Pesan Pilu Kru KRI Nanggala Pamitan saat Detik-detik Terakhir

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 3 menit

VIVA – Mega Dian Pratiwi, istri Serda Ede Pandu Yudha Kusuma salah satu kru kapal selam KRI Nanggala-402, menumpahkan kesedihannya kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas saat sang kepala daerah mengunjungi rumahnya di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

"Suami saya sudah tenang di sisi Allah, Bu...," kata Mega kepada Ipuk.

Ede Pandu adalah satu dari 53 awak KRI Nanggala-402, kapal selam buatan Jerman yang hilang kontak saat latihan penembakan di perairan Bali pada 21 April 2021 dan kemudian dinyatakan tenggelam.

Pemimpin TNI menyatakan bahwa seluruh awak KRI Nanggala-402 gugur saat menjalankan tugas.

Ipuk didampingi oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Eros Wasis mengunjungi keluarga dua awak KRI Nanggala-402 untuk menyampaikan belasungkawa.

Bupati mendatangi rumah keluarga Ede Pandu di Desa Ketapang. Begitu bertemu dengan Bupati, Mega langsung menangis sesenggukan sembari memegang pundak Ipuk. Ipuk membalas pelukan itu dan mengamini doa-doa Mega. "Amin... Amin... Insyaallah Mas Pandu syahid, syahid, syahid. Sabar, ikhlas ya, Mbak.”

Di hadapan Ipuk, Mega menceritakan bahwa pada Rabu (21/4) dini hari suaminya masih sempat berkirim pesan singkat. "Mas Pandu pamit berlayar, minta doa supaya lancar. Setelah itu ponselnya tidak bisa dihubungi," tuturnya.

Ipuk berusaha menenangkan keluarga Ede Pandu. Mereka berbincang untuk saling menguatkan.

Pendampingan psikolog

Dari rumah keluarga Ede Pandu Yudha, Ipuk menuju ke kediaman Sertu Dedi dan bertemu Fitri Arumsari, istri Dedi.

Begitu melihat Ipuk, Fitri langsung jatuh di pundak Ipuk sambil menangis sesenggukan. "Dia anak kesayangan kami, kebanggaan kami. Doakan anak kami ya, Bu," kata Haniyah, ibunda Dedi.

Ipuk memeluk Fitri dan Haniyah. Ketiganya larut dalam haru. Isak tangis memenuhi ruangan di rumah keluarga Sertu Dedi.

"Mas Pandu dan Mas Dedi adalah warga Banyuwangi. Beliau bukan hanya kebanggaan keluarga, bukan hanya kebanggaan Mbak Mega, bukan hanya kebanggaan Mbak Fitri, tapi kebanggaan Banyuwangi dan Indonesia," kata Bupati.

Ipuk menyatakan siap mendukung pemenuhan kebutuhan keluarga Ede Pandu dan Dedi dalam menghadapi masa sulit. Bila diperlukan, dinas terkait siap mengirimkan psikolog untuk mendampingi pemulihan keluarga mereka.

Mega Dian Pratiwi, istri Ede Pandu Yudha Kusuma, merupakan bidan magang di Puskesmas Klatak, Kecamatan Kalipuro. Sementara Fitriah, istri Sertu Dedi, pernah mengabdi sebagai guru honorer di Sekolah Dasar Negeri Pakis sebelum mengikuti suaminya bertugas ke Surabaya.

Mendapatkan prioritas

Ipuk juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya memberikan prioritas bagi keluarga dua awak KRI Nanggala-402 asal Banyuwangi untuk ikut seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2022.

Ipuk mengaku telah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk membantu keluarga dua awak KRI Nanggala-402 itu.

Upaya mengikutsertakan mereka dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja tahun depan, menurut Ipuk, merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa dua prajurit Hiu Kencana itu.

Namun dia mengakui bahwa kemudahan yang akan diberikan oleh pemerintah kabupaten tidak akan sebanding dengan pengabdian tulus prajurit TNI Angkatan Laut kepada bangsa.

Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Eros Wasis mengatakan bahwa pendampingan dan perhatian khusus akan diberikan kepada keluarga Pandu dan Dedi.

TNI Angkatan Laut, khususnya Lanal Banyuwangi, menurut dia, siap membimbing keluarga Pandu hingga sukses menjadi prajurit TNI Angkatan Laut karena Pandu berpesan kepada adik iparnya untuk masuk menjadi bagian Korps TNI Angkatan Laut.

"Lanal Banyuwangi akan mendampingi, insyaallah sampai berhasil masuk menjadi TNI AL, menggantikan Almarhum," kata Eros usai mengunjungi keluarga Pandu dan Dedi. (ant)