Pesan Presiden Olimpiade di KTT G20: Olahraga Jangan Dipolitisasi karena Perang

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaksanaan Olimpiade 2020 ditunda setahun karena pandemi Covid-19. Setelah sempat tertunda, Olimpiade akhirnya dilaksanakan pada 2021 lalu di Tokyo.

Setelah berhasil melewati pandemi, kini muncul tantangan lainnya yaitu perang Rusia-Ukraina. Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach menuturkan, pertandingan olahraga ini sesungguhnya membawa semangat solidaritas dan kebersamaan.

"Hari ini, tantangan lomba olimpiade adalah konsekuensi agresi Rusia terhadap Ukraina. Pelanggaran Rusia atas piagam olimpiade dengan melanggar resolusi gencatan senjata olimpiade yang diadopsi secara bulat oleh anggota PBB," jelas Bach di sela jamuan makan siang bersama delegasi KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11).

Dalam pidatonya, Bach juga menentang adanya politisasi olahraga. Jika politisasi ini dijadikan norma, mustahil olahraga menjadi sarana untuk mempersatukan berbagai bangsa. Jika olahraga dipolitisasi, pertandingan olahraga internasional dapat hancur.

Di tengah maraknya pertikaian saat ini, tugas pihaknya itu jelas untuk mempersatukan dunia dan tidak memperparah perpecahan.

"Untuk mewujudkan bangsa yang bersatu, IOC harus bersih dari politisasi dan mengizinkan semua atlet dari seluruh dunia terlepas dari konflik politik," ujarnya.

Dia juga meminta para pemimpin dunia yang hadir dalam G20 untuk mendukung netralitas politik dalam kompetisi olahraga ini, khususnya kepada Prancis, Italia, Amerika Serikat, dan Australia yang akan menjadi tuan rumah olimpiade yang akan datang.
Dia juga mengingatkan apa yang pernah disampaikan Sekjen PBB Antonio Guterres bahwa semangat olimpiade mempromosikan perdamaian pada dunia.

"Jangan abaikan misi persatuan berharga Olimpiade dan Paralimpiade ini di saat ketika dunia memerlukan lebih banyak perdamaian dan solidaritas," pungkasnya. [pan]