Pesan Sri Mulyani ke Mahasiswa: Saya Bisa Lakukan Apa untuk Negara

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan tiga universitas menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka kolaborasi peningkatan kapasitas SDM dan kapasitas pengetahuan organisasi. Penandatanganan ini termasuk dalam program merdeka belajar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai, kualitas sumber daya manusia sangat penting bagi negara. Ia mengatakan, dalam mengejar cita-cita yang ingin dicapai perlu ada upaya yang dilakukan.

Selain dari kerja keras, Menkeu Sri Mulyani menilai bahwa dibutuhkan juga strategi, kegigihan dan ketangguhan. Mengibaratkan sebuah negara, ia mengatakan seluruh unsur kenegaraan juga perlu mampu dalam beradaptasi. Apalagi dalam setiap periodenya ada cobaan dan tantangan yang ditemukan.

“Jadi setiap negara harus bisa selalu adaptasi dimana kita bekerja, berupaya, dan berjuang untuk mencapai cita-cita juga ikut berubah,” katanya setelah penandatanganan MoU tersebut, Jumat (3/9/2021).

Dengan demikian, ia menilai penandatanganan MoU saat ini jadi satu langkah positif dalam membangun kualitas SDM di sektor pendidikan. Artinya, setiap mahasiswa yang sebagai generasi baru mampu belajar dari generasi sebelumnya, begitupun sebaliknya.

Ia berpesan, dengan adanya perbedaan dalam belajar akan mampu memberikan andil positif bagi negara. “kita inginkan terus membangun generasi yang terus berpikir ‘saya bisa lakukan apa untuk negara’,” katanya.

Teknologi informasi yang berkembang pesat juga memiliki pengaruh dalam pembentukan karakter SDM. Hal ini, jadi landasan pemerintah untuk menghadirkan program merdeka belajar. Dengan demikian ia berharap tiap mahasiswa mampu mengenal lebih dengan bagaimana suasan kerja pasca kuliah.

“Jadi ini juga perbedaan kultur untuk belajar, kampus coba mendekatkan proses merdeka belajar dengan tantangan dan situasi ril yang akan dihadapkan pada mereka ketika nanti bekerja,” tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tantangan

Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan dalam proses pendekatan antara merdeka belajar dan situasi sebenarnya menjadi salah satu tantangan yang menarik. Kendati demikian, ia menilai hal itu tak selalu mudah.

Ia melihat bahwa kuncinya adalah kolaborasi, perlu ada kerja sama antara universitas dan instansi atau korporasi. Dengan kerja sama tersebut, keduanya perlu saling memberikan feedback sebagai bahan pembelajaran lebih lanjut.

“Kemenkeu ingin berpartisipasi, karena kami sebagai bendahara negara itu tanggung jawabnya luar biasa penting, dan keuangan negara adalah sumber daya yang dibutuhkan oleh sebuah bangsa dan negara untuk mencapai cita-citanya,” tutur Menkeu.

“Bagi kami, mendekatkan dunia kerja bagaimana mengelola keuangan negara dengan dunia kampus itu jadi sesuatu solusi namun juga sekaligus tantangan,” imbuhnya.

Sebagai solusinya, mahasiswa akan mengetahui hal-hal yang dilakukan Kemenkeu. Misalnya upaya transparansi, edukasi, hingga berbagi informasi dengan tujuan agar masyarakat tahu tentang keuangan negara.

“Darimana uang negara didapatkan, hingga bagaimana akuntabilitas berjalan,” katanya.

Dengan demikian, setiap pihak mampu mengerti tentang tanggung jawab yang secara tidak langsung berkaitan dengan pemahaman dasar. Terkhusus dalam hal ini terkait dengan keuangan negara.

“Bagi saya ini adalah solusi agar generasi muda yang sedang belajar di dalam kampus memahami mengenai sebuah pemahaman dasar mengenai mengurus negara dari sisi keuangan dan tantangan bagaimana menjelaskan dan kemudian menciptakan suasana belajar didalam kementerian keuangan yang sesuai bagi mereka yang dalam tahap belajar,” tuturnya.

Informasi, nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Kemenkeu, Universitas Padjadjaran, Universitas Jember, dan UPNV Jakarta. Nota kesepahaman ini sebagai langkah awal terbukanya sistem belajar yang semakin beragam dan terbuka teehadap pemikiran-pemikiran berbeda.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel