Pesan Terakhir Salah Satu Korban Tabrakan Jagorawi

TEMPO.CO, Jakarta - Istri Kommarudin, salah satu korban kecelakaan maut di tol Jagorawi dinihari tadi, Vonny, 36 tahun, mengatakan bahwa sesaat sebelum kecelakaan, sang suami sempat menelepon dirinya. Hal ini disampaikan Vonny saat ditemui di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Ahad, 8 September 2013.

Vonny mengatakan bahwa suaminya menelepon dirinya pada pukul 22.30. Ia bertanya tentang keadaan anak-anak, "Saya titip anak-anak ya, terutama si entong (anak bungsu). Kamu hati-hati ya," ujar Vonny menirukan pesan terakhir almarhum.

Menurut Vonny, saat itu dia tidak merasakan firasat apa pun tentang kejadian maut yang akan menimpa suaminya, "Saya cuma heran, tumben-tumbenan dia ngomong begitu," ia menambahkan.

Lebih lanjut, Vonny menjelaskan bahwa ia sempat memutuskan pembicaraan karena harus memasukkan motor. "Pas saya telepon balik sudah tidak aktif, mungkin saat itu kejadian," ujar Vonny sambil terisak.

Saat kejadian, Kommarudin berada di dalam mobil Daihatsu GranMax dari Tanjung Priok menuju Cibinong untuk mengambil mobil operasional kantor. Kommarudin meninggalkan seorang istri dan tiga anak: Komala Oktaviani, 16 tahun, Nanda Fadhilla, 12 tahun, dan Fajar Ardiansyah, 10 tahun.

Tabrakan beruntun terjadi di tol Jagorawi, Ahad, 8 September 2013 dinihari, menyebabkan enam orang tewas dan 10 orang lainnya luka-luka. Salah satu korban luka diketahui anak dari musikus Ahmad Dhani, yaitu Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul.

Korban lain yang meninggal dalam kecelakaan ini adalah Agus Wahyudi, 40 tahun; Riski Aditya Santoso (20), Agus Surahman (31), Agus komara, Komarudin (41), dan Nurmansyah (31). Seluruh korban tersebut saat ini berada di RS Polri dan saat ini sedang dibersihkan di ruang transit jenazah.

TIKA PRIMANDARI

Topik terhangat:

Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Miss World | Penerimaan CPNS

Berita lainnya:

Jokowi Semobil Lagi Dengan Megawati

Apa Saja Mobil Politikus PDI Perjuangan?

Dukungan Pencapresan Jokowi Mengalir dari Amerika

Puji Jokowi, Megawati Pakai Bahasa Simbolis Jawa

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.