Pesan Timnas Australia Menjelang Piala Dunia 2022

Piala Dunia - Ilustrasi Timnas Australia (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Australia merilis pernyataan berisi kritik terhadap Qatar menjelang Piala Dunia 2022.

Australia mengkritik perlakuan Qatar terhadap pekerja migran dan kaum LGBTQ+.

16 pemain terlibat dalam video terseburt termasuk kapten Mat Ryan, bek Sunderland Bailey Wright, Kye Rowles dari Hearts dan Alex Wilkinson, Presiden Asosiasi Pemain Professional Australia yang terakhir mewakili Socceroos pada tahun 2015.

"Mengatasi masalah ini tidak mudah dan kami tidak memiliki semua jawaban," kata para pemain dalam video itu, dilansir BBC.

“Kami mendukung FIFPro, Building and Wood Workers International, dan Konfederasi Serikat Buruh Internasional, yang berupaya menanamkan reformasi dan membangun warisan abadi di Qatar."

"Ini harus mencakup pendirian pusat sumber daya migran, pemulihan yang efektif bagi mereka yang telah ditolak haknya, dan dekriminalisasi semua hubungan sesama jenis. Ini adalah hak dasar yang harus diberikan kepada semua dan akan memastikan kemajuan berkelanjutan di Qatar dan warisan yang melampaui peluit akhir Piala Dunia 2022."

Bantahan Qatar

Pada Februari 2021, Guardian melaporkan, 6.500 pekerja migran dari India, Pakistan, Nepal, Bangladesh dan Sri Lanka telah meninggal di Qatar sejak memenangkan bidding Piala Dunia.

Jumlah tersebut didasarkan pada angka yang diberikan oleh kedutaan negara-negara di Qatar.

Namun, pemerintah Qatar mengatakan jumlah itu tidak benar, karena tidak semua kematian yang tercatat adalah orang-orang yang bekerja pada proyek-proyek terkait Piala Dunia.

Pemerintah Qatar mengatakan catatan kecelakaannya menunjukkan antara 2014- 2020, ada 37 kematian di antara pekerja di lokasi pembangunan stadion Piala Dunia, hanya tiga di antaranya yang terkait pekerjaan itu.

Cara Denmark

Australia berada di Grup D bersama juara dunia Prancis, serta Denmark dan Tunisia.

Lawan grup Denmark juga telah melakukan protes terhadap pelanggaran hak asasi manusia di negara bagian timur tengah dengan mengenakan jersey 'kencang' untuk Piala Dunia.

Pemain dari sembilan negara Eropa, termasuk Inggris, akan mengenakan ban lengan 'One Love' untuk memprotes undang-undang Qatar tentang hubungan sesama jenis.

Pernyataan Football Australia