Pesantren Darul Uchwah Depok gelar pelatihan ekonomi digital

·Bacaan 2 menit

Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kota Depok, Jawa Barat, menggelar pelatihan ekonomi digital selama tiga hari yaitu 18-20 April 2022 yang diikuti 20 santri.

"Saya prihatin dengan akhir-akhir maraknya investasi 'online' yang tidak benar sehingga merugikan masyarakat," kata Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah KH. Marsudi Syuhud di sela-sela acara Training of Profesional Trader di Depok, Senin.

Untuk itu, kata dia, para santri perlu dibekali dengan ilmu-ilmu bagaimana menentukan investasi daring yang benar-benar aman dan tidak terjebak dalam money game yang bisa merugikan.

Baca juga: Ponpes Al-Hamidiyah Depok jadi percontohan protokol kesehatan COVID-19

"Nantinya para santri akan praktik sendiri dengan kekuatannya sendiri. Karena santri belum punya modal maka pesantren yang akan membekali untuk memulai bisnis secara digital," ujarnya.

Marsudi Syuhud, melihat trading online banyak yang tidak benar, sehingga sudah terlihat bahaya ke depannya dimana banyak warga yang menderita kerugian yang tidak sedikit, sudah masuk modal banyak tiba-tiba karena money game, uang itu hilang.

"Saya prihtain dengan keadaan ini, maka saya adakan pelatihan trader untuk para santri," jelasnya.

Baca juga: Tiga produk unggulan hasil inovasi dan riset diperkenalkan FKG UI

Seorang trainer, Bari Arijono mengatakan saat ini merupakan keniscayaan dari kemajuan teknologi digital dengan melakukan investasi secara daring dan ini hanya memindahkan pasar yang nyata atau tradisional ke pasar digital.

"Jika investor akan melakukan trading cabai maka dia akan melihat sendiri profil unicorn yang cabai," kata Bari yang juga seorang Crypto Prenueur.

Ia mengatakan Crypto itu tolak ukurnya adalah berapa banyak pertumbuhan komunitas yang menggunakan aset tersebut sebagai nilai jual, sehingga valuasi crypto ditentukan oleh seberapa aktif komunitas tersebut melakukan transaksi," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Depok sediakan145 layanan di aplikasi pelayanan warga

Sejak ekonomi digital marak di dunia, China sudah membuktikan yang sudah menggeser ekonomi digital Amerika Serikat, dan ekonomi konvensional terbukti di beberapa negara maju mulai digerus ekonomi digital.

"Di Crypto sendiri transaksi atau volume bursa tradisional sudah mulai digeser oleh transaksi dan volume perdagangan Crypto itu sendiri," ujarnya.

Para trainer yang memberikan pelatihan tersebut adalah adalah Bari Arijono, S.Si, M.M (Crypto Preneuer/COO LOBO Investment), Mr.Wijaya (Praktisi/Mentor Trading Digital) dan Ariestho (Project Officer program Santri Financialpreneur).

Baca juga: PMI Depok pastikan stok darah masih mencukupi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel