Pesawat Air France Terima Ancaman Bom, Jet Rafale Kawal Pendaratan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Paris - Sebuah pesawat milik Air France yang terbang ke Paris pada Kamis 3 Juni 2021 menerima ancaman bom di udara.

Hal ini lantas menyebabkan ketakutan dan peningkatan keamanan dengan memanggil jet tempur Rafale yang bergegas melakukan pengawalan ke bandara Charles de Gaulle, Paris, Prancis.

Air France yang melakukan perjalanan dari N'Djamena, Chad itu digeledah setelah mendarat di ibu kota Prancis.

Namun, tidak ada perangkat mencurigakan yang ditemukan, Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengumumkan di Twitter, demikian dikutip dari laman Hindustan Times, Jumat (4/6/2021).

Seorang juru bicara angkatan udara mengatakan kepada AFP bahwa pilot pesawat telah memberi tahu kontrol lalu lintas udara bahwa ia telah menerima ancaman bom melalui radio selama penerbangan.

"Ancaman jenis ini tidak biasa dan akan mengarah pada penyelidikan," kata juru bicara itu.

Jet tempur Rafale dikerahkan untuk mengawal pesawat ke Bandara Charles de Gaulle di mana semua penumpang diturunkan dengan selamat.

Sebuah sumber pihak bandara mengatakan, Air France diparkir di area khusus yang disediakan untuk operasi keamanan, dan pencarian di area tempat duduk serta ruang bagasi pun dilakukan.

Ryanair Mendarat Darurat Usai Terima Ancaman Bom

Sebuah pesawat milik maskapai Ryanair, lepas landas dari bandar udara Barcelona. (AFP)
Sebuah pesawat milik maskapai Ryanair, lepas landas dari bandar udara Barcelona. (AFP)

Belum lama ini sebuah pesawat penumpang Ryanair melakukan pendaratan darurat di Berlin akibat ancaman bom.

Menurut polisi Jerman pada Minggu 30 Mei 2021 malam tanpa merilis rincian lebih lanjut, setelah itu pesawat melanjutkan perjalanannya ke Polandia.

"Penerbangan dari Dublin ke Krakow membuat pengalihan tak terduga setelah ancaman bom yang dilaporkan," kata surat kabar Jerman Bild Zeitung seperti dikutip dari France 24.

Dengan 160 orang di dalamnya, penerbangan tersebut tiba di Bandara Berlin-Brandenburg pada Minggu 30 Mei tak lama setelah pukul 08.00 malam (18.00 GMT), tetap berada di landasan hingga Senin 31 Mei pagi.

Seorang juru bicara kepolisian Berlin mengatakan bahwa petugas telah menyelesaikan pemeriksaan keamanan mereka "tanpa ada bahaya yang terdeteksi".

"Para penumpang akan melanjutkan perjalanan mereka ke Polandia dengan menggunakan pesawat cadangan," kata jubir tersebut kepada AFP, tanpa memberikan rincian peringatan yang lebih tepat.

Penerbangan itu dikosongkan dengan bagasi juga digeledah, media Jerman melaporkan.

"Pesawat Ryanair yang melakukan pendaratan darurat melaporkan keadaan darurat udara, dan oleh karena itu segera diberi izin pendaratan di BER," kata juru bicara bandara Jan-Peter Haack kepada Bild.

"Pesawat itu saat ini dalam posisi aman," kata juru bicara polisi kepada surat kabar tersebut.