Pesawat Bombers AS Ancam Pertahanan Cina di Laut Cina Selatan

Rifki Arsilan

VIVA – Ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat (AS) di Laut Cina Selatan terus menguat. Ironisnya kedua negara mapan itu berseteru ketika dunia internasional tengah fokus mencegah penyebaran pandemi Covid-19 yang mengancam seluruh dunia. Sepertinya, perang dunia ketiga kini sudah didepan mata. Pasalnya, baru-baru ini Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dikabarkan telah mengirim pesawat bombers B-1B Lancer menuju Laut Cina Selatan. 

"Pesawat pembom strategis B-1B Lancer melakukan misi baru di Cina Selatan minggu ini setelah melakukan latihan bersama dengan kapal-kapal Angkatan Laut AS di dekat Hawaii," kata Pasukan Udara Pasifik (PACAF) melalui akun twitternya yang dikutip Viva Militer dari Sputnik News, Kamis, 21 Mei 2020.

Dalam keterangannya Pasukan Udara Pasifik (PACAF) menyatakan, misi yang dijalankan pada hari Selasa kemarin, 19 Mei 2020 oleh  pesawat bombers milik US Air Force di Laut Cina Selatan itu untuk menunjukan kredibilitas US Air Force dalam mengatasi lingkungan keamanan yang beragam dan tidak pasti di perairan Laut Cina Selatan.

Sementara itu, dalam akun twitter resmi US Air Force menyatakan, setelah menjalankan misi pelatihan di Laut Cina Selatan, pesawat Bombers B-1B Lancer itu saat ini sudah mendarat di Pangkalan Udara Andersen, Guam. 

Untuk diketahui, Pangkalan Udara AS Andersen atau yang biasa disebut UAF Andersen di Guam adalah pangkalan terdepan milik pasukan militer AS dalam menghadapi kekuatan pasukan Cina di Laut Cina Selatan.

Pesawat bombers itu dikirim di tengah saling tuding antara dua pemimpin negara adidaya ekonomi dunia itu mencuat di mata internasional. Kemarin,  Presiden AS Donald Trump kembali menuding keras pejabat Tiongkok dalam kasus penyebaran wabah Covid-19 yang berasal dari Wuhan, Tiongkok. Trump mengatakan, pandemi Covid-19 kini menyebar ke seluruh dunia karena hasil dari ketidakmampuan Tiongkok dalam menghadapi virus mematikan itu.

Namun, hingga kini Tiongkok masih belum merespon kedatangan pesawat bombers milik AS itu yang mendekati wilayahnya itu.