Pesawat Intai Tanpa Awak Terbang di Lanud Halim

Liputan6.com, Jakarta: Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) yang berfungsi mengintai di daerah tertentu pada Kamis (11/10) pagi ini terbang mengelilingi langit lapangan udara TNI Angkatan Udara (AU) Halim Perdana kusuma, Jakarta.

Penerbangan ini untuk melakukan demo flight terhadap pesawat buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Balitbang Kementrian Pertahanan, dan Kementrian Riset dan Teknologi.

"Tadi kita sudah menyaksikan, demo flight pesawat terbang tanpa awak, yang merupakan hasil dari tangan anak bangsa," kata Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar dalam keterangan persnya di Base ops Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Marzan menjelaskan pesawat ini memang sengaja dibuat anak bangsa untuk mendukung cita-cita kemandirian alutsista nasional Indonesia. Untuk itu, dengan total lima buah pesawat yang dihasilkan tersebut dapat menambah kekuatan pertahanan Indonesia khususnya di langit Indonesia.

Pesawat terbang tanpa awak (PTTA) ini dapat terbang dengan jarak tempuh sejauh 70 km, dengan ketinggian 12 ribu kaki. Pesawat tersebut pernah dibuktikan terbang setinggi 8000 kaki yang bertujuan memantau suatu wilayah.

Untuk melengkapi kehebatan pesawat intai dengan bobot 120 kg ini, BPPT dan Kemhan serta Kemristek melengkapinya dengan kamera intai yang berada dilambung pesawat. Kamera intai berfungsi melihat dan memantau kondisi suatu wilayah tertentu yang dibantu dengan Ground Control Atation atau ruang pemetaan yang berada di dalam mobil satelit.

Selain itu, pesawat ini juga bisa terbang selama empat jam nonstop dengan menggunakan bahan bakar pertamax. Untuk mendapatkan tenaga optimal, pesawat ini memakai mesin  dua tak

Pesawat tanpa awak ini dibuat sejak 2002 lalu. Anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 6-8 miliar digunakan untuk riset, pembuatan, uji coba. BPPT, Balitbang Kemhan dan Kemenristek yang menghasilkan lima pesawat tanpa awak.