Pesawat Mendarat Tanpa Roda Depan

Sebuah pesawat baling-baling sukses melakukan pendaratan darurat walaupun roda bagian depannya gagal berfungsi. Dua penumpangnya selamat tanpa luka.

Peristiwa ini terjadi di Bandara Toowoomba di wilayah Queensland selatan, Australia, Rabu (3/4/2013) siang. Demikian dilaporkan oleh ABC.



Pesawat jenis Beechcraft Baron 58 ini dipiloti oleh Mark Crampton yang dibantu oleh seorang co-pilot pria. Crampton mengatakan bahwa usai lepas landas ia mendengar suara benturan keras akibat benturan logam saat mencoba menarik masuk roda depan yang dipakai sebagai pendarat.
“Ini kedengarannya tidak bagus,” ujar Crampton sembari menambahkan bahwa indikator di pesawatnya menunjukkan bahwa roda depannya memang macet.

Crampton kemudian sempat mencoba tiga kali untuk menurunkan roda pendaratan secara manual, tapi gagal. Yang kemudian ia lakukan adalah mencoba mendarat darurat dengan semulus mungkin.

“Walau saya sangat grogi, saya senang hasil latihan saya berguna juga. Saat saya mendarat, kecepatan kami masih 95-100 knot per jam atau 200 km per jam. Yang saya lakukan untuk memelankan pesawat adalah dengan mengangkat hidung selama mungkin,” terang Crampton.

“Tapi saat hidungnya mendarat, suaranya cukup menakutkan. Jadi kami keluar dari pesawat selekas mungkin karena saya tidak mau jadi barbekyu panggang,” katanya.

Memuat...