Pesawat Raksasa Buatan Rusia Mendarat di Batam

Laporan Wartawan Tribun Batam

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Apron sisi barat Bandara Udara Hang Nadim Batam, jadi pusat perhatian warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi itu, Sabtu (3/12/2011) siang.

Sebuah pesawat berukuran raksasa jadi tontonan menarik warga karena bukan merupakan pemandangan yang biasa terjadi.

Warga yang hanya melihat dari jarak sekitar 100 meter karena dibatasi pagar kawat ini tidak menyia nyiakan momen itu.
Bergantian mereka mengabadikan foto dengan latar belakang pesawat Antonov AN 124 buatan Rusia, pesawat yang diketahui sebagai salah satu pesawat raksasa di dunia.

Bukan hanya warga, beberapa orang pegawai berseragam Departemen Perhubungan dan Ditpam juga tidak ingin ketinggalan. Posisi pesawat dengan moncong atau bagian depan mengangkat ke atas ini jadi momen yang patut diabadikan.

"Keren nih, ada pesawat aneh, moncongnya terangkat ke atas. Bagus untuk latar belakang foto," kata seorang warga yang bersama puluhan lainnya berjubel di pagar pembatas bandara samping VVIP Bandara Hang Nadim.

Pesawat kargo dengan kapasitas muat 150 ton ini landing di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 09.30 pagi, setelah melakukan perjalanan jauh dari Norwegia.
Pesawat ini mengangkut production raser untuk keperluan pengerjaan proyek perminyakan di perairan Natuna, yang didatangkan oleh PT PAN.

"Kami sengaja mencarter khusus pesawat, karena kebutuhan akan alat ini sangat urgent, barang ini harus segera ada untuk dipasang di perairan Natuna. Kalau lewat trasportasi laut memakan waktu cukup lama," kata FX Supriyono, Grand Manager PT PAN, yang memantau langsung pemindahan alat ini ke mobil trailer pengangkut.

Menurut Supriyono, bukan baru kali ini pesawat raksasa tersebut mendarat di Bandara Hang Nadim.

Pesawat yang dicarter oleh PT PAN ini adalah yang keenam kalinya pesawat kargo terbesar kedua ini setelah Antonov AN 225 Mriya menjajal mulusnya landasan pacu Hang Nadim.

"Bandara kita ini adalah bandara internasional, dan memiliki landasan pacu yang cukuk untuk dipakai mendarat pesawat ukuran raksasa seperti Antonov AN 124 buatan Rusia. Itu sebabnya sebagian orang memilih untuk lewat dari Changi Singapura, saya jadi bertanya kenapa tidak lewat Hang Nadim Batam yang punya kita sendiri," terangnya.

Supriyono menyebut sempat bertanya kepada kepada pilot pesawat tentang penilaiannya terhadap Bandara Hang Nadim untuk landing pesawat sebesar itu.

Jawaban yang didapatnya justru sang pilot memuji kualitas landasan Bandara Hang Nadim.

"Mereka mengakui panjang landasannya sudah cukup layak untuk pendaratan pesawat berukuran besar. Kualitasnya landasannya disebutnya sudah standar internasional," ungkapnya.

Langkah yang sudah diambilnya ini, Supriyono ingin agar diikuti oleh pengusaha lain yang mendatangkan kargo dari luar negeri agar sedapatnya melalui Bandara Hang Nadim saja.

"Orang luar saja bilang punya kita layak, kenapa mesti lewat dari Singapura yang punya birokrasi perizinan yang lebih rumit," tambahnya.

Menurutnya, dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di dalam negeri sendiri, selain membuktikan bahwa Indonesia khususnya Batam bisa, tapi juga memberikan pekerjaan kepada pengusaha lokal.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.