Pesawat Tempur TNI Gempur Pulau Belitung, Bom-bom Pembunuh Berjatuhan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Prajurit-prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara baru saja mempertontonkan kesangaran mereka dalam menyerang dan menghancurkan markas musuh.

Serangan kilat prajurit-prajurit TNI AU terjadi di Pulau Belitung. Tak cuma serangan darat melalui pasukan khusus Paskhas TNI AU, tapi juga menggunakan pesawat-pesawat tempur.

Berdasarkan siaran resmi Komando Operasi TNI AU (Koopsau) I dilansir VIVA Militer, Selasa 15 Juni 2021, penyerangan ke basis pertahanan utama musuh berlangsung sangat cepat.

Didahului dengan serangan udara, TNI AU mengerahkan empat pesawat tempur Hawk 100/200 lalu diikuti gempuran mengerikan oleh pesawat F-16 Figthing Falcon.

Dampak serangan pesawat-pesawat tempur cukup parah dan membuat musuh tak berdaya. Bom-bom yang berjatuhan dari pesawat tempur menyebabkan markas komando utama, gudang logistik dan gudang amunisi musuh hancur lebur.

Setelah kekuatan musuh melemah, dua pesawat tempur F-16 TNI AU langsung melaksanakan Operasi Udara Lawan Udara Defensif, satu pesawat musuh tiba-tiba terdeteksi masuk ke wilayah pertahanan udara RI. Pertempuran udara pun pecah dan prajurit langit TNI berhasil melumpuhkan jet tempur itu.

Usai serangan udara, TNI mulai mengerahkan pasukan penyerbu darat, pasukan ini berasal dari prajurit-prajurit pasukan khusus TNI AU, Paskhas.

Lebih dari lima batalyon pasukan elite dari Wing I bergerak menembus jantung pertahanan musuh mulai dari pasukan Batalyon Komando (Yonko) 461, Yonko 463, Yonko 467, Denmatra I, Denhanud 471 dan 474 Paskhas.

Pasukan penyerbu darat diterjunkan dengan menggunakan pesawat angkut Hercules C-130 dan CN-295. Untuk mengamankan pergerakan pasukan penyerbu darat, TNI AU mengerahkan Helikopter EC-725 Caracal, SA-330 Puma, dan NAS-332 Super Puma dan pesawat intai Boeing 737-200 IS.

Serangan kilat ini merupakan latihan antar satuan Koopsau I Jalak Sakti dan Wing I Paskhas Hardha Marutha I di Pulau Belitung.

Baca: Innalillahi, PM Senior TNI Kolonel Ibrahim Wiyoto Meninggal Dunia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel