Pesawat TNI AU dan Paskhas Cari Sriwijaya Air SJ 182

Siti Ruqoyah, Kenny Putra
·Bacaan 2 menit

VIVA – Proses pencarian pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 terus dilakukan, TNI angkatan Udara sendiri menyiapkan 1 unit pesawat CN-295, helikopter Super Puma NAS-332 dan helikopter EC-725 Caracal. Selain itu, TNI AU juga mengikut sertakan Boeing 737 dari skadron 5 Hasanuddin, Makassar untuk melakukan proses pencarian.

Asisten Operasi KSAU, Marsda TNI Henri Afiandi mengatakan proses pencarian bangkai pesawat Sriwijaya Air menggunakan jalur udara dilakukan bersama Basarnas menuju titik terakhir jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut.

"Saya sebagai koordinator TNI AU dalam pencarian bantu BNPB atau Basarnas ke lokasi jatuhnya pesawat. Jadi ruang udara untuk pencarian kami atur dari Posko Lanud Halim ini, sehingga proses pencarian melalui udara akan lebih terkoordinasi," ujar Henri Afiandi di Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu 10 Januari 2021.

Selain menyiapkan 4 armada, TNI AU sendiri menyiapkan 150 personel yang akan melakukan pencarian melalui udara. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah personel akan bertambah sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Personel ada 150 baik kru pangkalan dan Komando Operasi Angkatan Udara 1 (koops AU 1) dan dibantu Paskhas. Ini terus berkembang lihat perkembangan di lokasi," tambah Marsma TNI Henri Afiandi.

Proses pencarian melalui udara akan dilakukan pada titik koordinat terakhir pesawat Sriwijaya Air sebelum hilang kontak. Namun, proses pencarian juga akan diperluas hingga radius 150 meter.

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan bahwa titik dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, sudah ditemukan.

"Titiknya tempat jatuhnya sudah (ditemukan) di sana, besok kita lakukan survei kondisi," kata Kepala KNKT, Suryanto, saat memberikan keterangan pers di Posko Crisis Center di Terminal 2D Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu, 9 Januari 2021.

Dia mengatakan pengecekan itu dilakukan untuk melihat kondisi perairan, seperti apa baik kedalaman dan alat apa yang nantinya akan diturunkan.

"Kalau ada karang, kita akan minta rencanakan under water recovery-nya. Berapa besar area di sana baru kita akan menurunkan peralatan apa saja yang cocok untuk dilakukan under water recovery," ujarnya.

Pihaknya pun turut melakukan koordinasi dengan TNI AL dan Basarnas dalam proses pencarian. Beberapa alat juga akan dikerahkan untuk membantu proses pencarian.