Pesenam Korut Berhasil Membelot ke Korsel Berkat Sekrup Longgar

Renne R.A Kawilarang, BBC Indonesia
·Bacaan 1 menit

Korea Selatan mengatakan seorang pembelot dari Korea Utara berhasil melintasi pagar pembatas tanpa terdeteksi karena salah satu sekrup di alat sensornya longgar.

Pria Korut yang berusia 20-an tahun itu melintasi Zona Demiliterisasi pada tanggal 3 November malam dan bebas bergerak selama 14 jam sebelum ditangkap aparat keamaan, di lokasi yang tidak jauh dari perbatasan kedua negara.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sang pria, yang dilaporkan sebagai atlet senam, berhasil melewati pagar pembatas tanpa terdeteksi karena sekrup longgar yang membuat alat sensor tidak bekerja. Demikian keterangan tertulis Kepala Staf Gabungan Korea Selatan pada Kamis (26/11).

Sesudah masuk wilayah Korea Selatan (Korsel), pembelot tersebut terekam dalam kamera pengawas.

Pihak berwenang melakukan pemeriksaan terhadap pria itu termasuk ceritanya dan motif ia melarikan diri.

Semua sensor diperiksa

Untuk membuktikan kemampuanya melompati pagar, pihak berwenang bahkan memintanya melompati pagar itu sebanyak dua kali dengan disaksikan mereka, sebagaimana dilaporkan media Korea.

Dalam pemeriksaan ditemukan bahwa pagar itu mengalami tekanan yang seharusnya memicu sensor seandainya sensor-sensor tersebut berfungsi.

Keluarga pembelot Korea Utara menyiapkan upacara mengenang arwah di dekat Zona Demiliterisasi.
Keluarga pembelot Korea Utara menyiapkan upacara mengenang arwah di dekat Zona Demiliterisasi.

Menyusul insiden tersebut, militer Korsel menyatakan sekarang akan memeriksa semua sensor di perbatasan antar-Korea.

Sistem tersebut dipasang pada tahun 2015 dan dimaksudkan untuk memberikan peringatakan kepada penjaga perbatasan jika ada gangguan di pagar itu.

Muncul kecaman keras di Korea Selatan mengenai hal ini karena dianggap sebagai kegagalan untuk menangani kemungkinan infiltrasi dari Korea Utara.

Setiap tahun sekitar 1.000 orang membelot dari Korea Utara untuk melarikan diri dari negara yang represif dengan berbagai tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.

Selama 70 tahun terakhir, terdapat 33.000 orang berhasil membelot dan menetap di Korea Selatan.

Banyak di antara mereka melarikan diri melalui China.