Pesepakbola Cilik Papua Ditemukan Bersimbah Darah oleh Prajurit TNI

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru saja berhasil menyelamatkan pesepakbola cilik Papua, yang ditemukan bersimbah darah di lapangan.

Korban diselamatkan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Mekanis Raider 413/Bremoro, Komando Cadangan Stragis TNI Angkatan Darat (Kostrad) yang sedang melaksanakan tugas dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini di Kabupaten Keerom, Papua.

Dalam siaran resmi yang dilansir VIVA Militer, Selasa 2 Februari 2021 dari Yonif MR 413/Bremoro, pesepakbola cilik itu bernama Thomas Kuntuy (5 tahun), dia tercatat sebagai warga Kampung Kibay, Distrik Arso Timur.

Menurut Komandan Satgas Pamtas RI-PNG, Yonif MR 413/Bremoro, Kostrad, Mayor Inf Anggun Wuriyanto, Thomas mengalami luka serius di bagian wajahnya, tepatnya di pelipis matanya.

"Mengalami luka sobek pada bagian pelipis matanya saat ia tengah bermain bola bersama rekan-rekannya dan tanpa sengaja menabrak sebuah kawat panjang yang berada di samping lapangan sehingga mengakibatkan pelipisnya sobek 5 sentimeter dan cukup dalam lukanya," kata Mayor Anggun sesuai konfirmasi dari Komandan Pos Arso, Letda Inf Ravio Mourbas.

Jadi awalnya, Letda Ravio dan pasukannya sedang berbenah-benah di pos. Tiba-tiba saja mereka mendengar suara teriakan minta tolong dari luar pos.

"Baru saja selesai apel pengecekan dan melanjutkan kegiatan pembenahan Pos, kami dikejutkan dengan teriakan meminta tolong, ternyata kondisi muka Thomas saat itu sudah bersimbah darah," kata Letda Ravio dalam laporannya.

Letda Ravio langsung mencari asal suara minta tolong itu, dan ternyata berasal dari lapangan sepakbola yang berada tak jauh dari Pos TNI. Prajurit TNI bergegas menghampiri korban, dan yang tak terduga Thomas ditemukan dalam kondisi sudah tak sadarkan diri.

Kopda Rudi dan Praka Sinurat yang mendatangi korban langsung mengevakuasi Thomas ke Pos TNI, lalu tim kesehatan Yonif MR 413 memberikan pertolongan medis.

"Alhamdulillah setelah luka dibersihkan dan dijahit, tidak ada lagi pendarahan dan Thomas pun dapat terselamatkan. Sempat merasa kaget karena saat pertama kali dibawa ke Pos, kondisi Thomas sudah tidak sadar akibat banyaknya darah yang keluar sehingga membuat trauma. Namun berkat ketulusan hati dan cinta kami kepada masyarakat, kami dapat memberikan yang terbaik yang kami miliki," kata Letda Ravio.

Setelah Thomas sadarkan diri, Bhas Kuntuy orangtua dari korban tiba di Pos TNI. Dan Bhas merasa lega karena putranya berhasil diselamatkan prajurit TNI. "Puji Tuhan, kami bersyukur dengan adanya Pos TNI khususnya Satgas Yonif MR 413 Kostrad di tengah kami, sehingga kami tidak kesulitan dalam setiap kali membutuhkan," kata Bhas.

Baca: Pasukan Tempur Elite Kostrad TNI Tembus Papua dari Langit