Peserta CPNS 2021 Waspada, Kenali 3 Modus Penipuan Pengangkatan ASN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus memperingatkan kepada seluruh peserta CPNS 2021 untuk tidak percaya terhadap berbagai modus penipuan pengangkatan ASN.

Mengingat saat ini sudah banyak oknum yang bisa datang dari mana saja, baik dari orang asing maupun terdekat.

Berkaitan dengan hal tersebut, BKN akhirnya berbagi informasi dari akun Instagramnya @bkngoidofficial. Video tersebut berisi informasi mengenai ciri-ciri untuk mengenal modus penipuan CPNS.

Dikutip dari akun instagram BKN, Rabu (29/9/2021), berikut ini beberapa modus penipuan yang menjanjikan kelulusan hingga pengangkatan menjadi ASN.

1. Jadi PNS Tanpa Seleksi

Peserta mengikuti proses Tes Standar Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di BKN, Jakarta, Kamis (2/9/2021). Sebanyak 800 peserta mengikuti tes yang dibagi dua sesi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Peserta mengikuti proses Tes Standar Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di BKN, Jakarta, Kamis (2/9/2021). Sebanyak 800 peserta mengikuti tes yang dibagi dua sesi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Salah satu modus yang populer ada oknum yang menjanjikan pengangkatan CPNS hingga PPPK tanpa melewati proses seleksi. Sekalipun ada seleksi, itu merupakan seleksi abal-abal.

Dalam unggahan videonya BKN menegaskan, “Yang namanya jadi ASN (CPNS & PPPK) harus lewat seleksi yang diumumkan resmi oleh Pemerintah.”

Lebih lanjut dijelaskan, segala proses pengangkatan ASN sudah diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

2. Minta Tarif Buat Biaya Masuk CPNS

Ilustrasi tes CPNS
Ilustrasi tes CPNS

Selain itu, poin kedua ini pun sering terjadi. Setelah menjanjikan pengangkatan PNS tanpa seleksi, oknum tersebut akan meminta tarif untuk memprosesnya.

Padahal segala proses seleksi ASN ini tidak dipungut biaya sepeser pun. “Proses seleksi CPNS & PPPK tidak dipungut tarif atau biaya masuk apa pun,” tegas BKN.

3. Oknum Memberikan SK Palsu

Ilustrasi tes CPNS. (Foto: Liputan6.com/Andri Wiranuari)
Ilustrasi tes CPNS. (Foto: Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Hal selanjutnya yang dilakukan oknum tersebut adalah memberikan SK palsu kepada pendaftar ASN. Agar pendaftar tersebut percaya dan yakin, tidak tanggung-tanggung banyak oknum akan mencatut nama instansi Pemerintah.

Lagi-lagi BKN mengingatkan, proses seleksi ASN tidak semudah itu. BKN menjelaskan, segala tahapan mulai seleksi, penetapan NIP, dan penerbitan SK, tidak diumumkan secara individu. Semua itu akan diumumkan secara terbuka.

“Ingat muai dari tahapan seleksi, penetapan NIP, dan penerbitan Surat Keputusan (SK) tidak pernah disampaikan lewat individu karena diumumkan kepada publik secara terbuka,” begitu penjelasannya.

Dari ciri-ciri tersebut, para peserta CASN, baik CPNS maupun PPPK, diharapkan selalu berhati-hati. Jangan mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan pengangkatan PNS dengan cara yang kilat.

“Yuk edukasi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kalian agar mengenali ciri-ciri motif tindak penipuan pengangkatan jd ASN,” pesan BKN.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel