Pesinetron Ferry Irawan Jelaskan Penyakit yang Dideritanya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Nama aktor Ferry Irawan beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan karena sakit yang diidapnya. Awalnya, informasi tersebut diunggah oleh Marcelino Lefrandt ke Instagram stories akun pribadinya.

Menurut Marcelino, Ferry Irawan sedang sakit karena pembuluh darah di dekat syaraf motoriknya pecah. Karena hal itu, Ferry sudah disuntik sebanyak 15 kali di bagian kepala.

"Sakit yang dulu kambuh lagi. Pembuluh darah di dekat syaraf motorik nya sudah pecah. Jadi minggu lalu di suntik di RS PON.. Di bagian kepala.. 15 suntikkan," tulis Marcellino kala itu.

Pada saat ditemui awak media di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Ferry Irawan memberi penjelasan terkait sakit yang diidapnya. Penyakit tersebut bukan baru kali ini dirasakan olehnya. Menurut Ferry, dulu sempat mengidap sakit tersebut lalu kemudian kambuh lagi.

"Sebenernya ini sakit yang dulu kambuh lagi. Dokter bilang jangan sampai kambuh untuk kedua kali, karena bisa jauh lebih berat dari keadaan yang pertama," kata Ferry, Kamis, 15 Juli 2021.

Selain menjalani pengobatan secara medis, Ferry juga mengaku menjalani penyembuhan alternatif. Menurut Ferry, biaya pengobatannya tersebut cukup mahal dan tidak bisa menggunakan BPJS ataupun asuransi.

"Ya berobat medis dan alternatif juga. Cuma pengobatan saya butuh biaya banyak ya karena emang tidak bisa pakai BPJS juga. Asuransi juga gak bisa karena ada riwayat sakit, jadi ya semua keluarga, sahabat, banyak yang bantuin dan support," kata Ferry Irawan.

Saat ini, Ferry Irawan menjalani pengobatan di rumah. Ia memilih menjalani pengobatan di rumah karena biaya pengobatan di rumah sakit cukup mahal.

"Soalnya kalau di rumah sakit pasti biaya lebih besar dan sekarang ini kasus COVID makin ini ya (besar), jadi saya juga tiap berobat ke RS dan alternatif, semua juga harus swab dulu. Prokes dijalanin," kata Ferry.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel