Siapa Bilang Jalan Malam Nggak Aman Bagi Perempuan?

Fimela.com, Jakarta Selama ini malam kerap diidentikkan dengan waktu yang nggak aman bagi perempuan untuk keluar. Apalagi jika keluarnya sendirian, rasanya makin tabu untuk sekadar jalan menikmati gemerlap malam. Padahal zaman sudah berubah, dan perempuan harus tinggal di rumah saat malam hari hanyalah stereotip lama.

Selain itu, perempuan di era modern seperti sekarang ini jauh lebih mandiri. Nggak sedikit yang berkarier secara profesional, dan kadang memang tuntutan kerja membuat pulang jadi agak larut malam. Hal ini pun sebenarnya nggak jadi masalah.

Selama beberapa tips berikut ini bisa diterapkan, kini relatif aman bagi perempuan untuk beraktivitas di malam hari, kendati sendiri. Apa saja?

Kabari Orang Terdekat Jika Kamu Sedang Berjalan Pulang

via GIPHY

Suka memberi tahu orang terdekat saat sedang berjalan pulang? Pertahankan kebiasaan tersebut! Sebab, jika terjadi apa-apa, keberadaanmu lebih cepat diketahui. Paling enggak, kamu bisa menghubungi keluarga, kerabat, pacar atau teman dekat yang memang bisa kamu andalkan. Bahkan, jika perlu kamu bisa share live location, agar mereka bisa dengan mudah memantau posisimu sekarang.

Kurangi Kebiasaan Pakai Headphone saat Jalan Sendiri

via GIPHY

Musik memang cukup ampuh mengembalikan mood, apalagi saat sedang di perjalanan, baik berangkat maupun pulang kerja. Hanya saja, kurangi kebiasaan pakai headphone saat sedang jalan sendiri di malam hari. Hal ini untuk membiasakan diri lebih awas dengan lingkungan sekitar. Baru nanti, sesampai di rumah dan membersihkan diri, kamu bisa mendengarkan lagi lagu-lagu favorit untuk mengiringi waktu tidur, biar makin nyenyak.

Nggak Ada Salahnya Mulai Belajar Bela Diri Dikit-Dikit

via GIPHY

Sekarang ini bukan lagi zamannya perempuan harus pasrah karena kerap dianggap lemah. Sebaliknya, untuk mengubah stigma tersebut, sekaligus membuat diri lebih kuat dan mandiri, kamu bisa mulai mencoba belajar bela diri dikit-dikit. Apalagi kini ada banyak sekali kursus bela diri yang nyaman dan seru untuk diikuti. Bukan saja membuat badan lebih bugar dan tentunya bikin tubuh lebih ideal, tetapi bela diri juga memberikan manfaat keamanan dan keselamatan bagi perempuan saat sedang berjalan seorang diri, terutama di malam hari.

Meski Sepele, Bawa Peluit Banyak Untungnya Lho

via GIPHY

Sepintas peluit ini tampak sepele, tetapi dalam kondisi-kondisi tertentu amat besar kegunaannya. Misalnya, saat sedang dalam kondisi terdesak. Biasanya pada kondisi seperti itu, nggak semua perempuan bisa mengekspresikan ketakutan dengan teriak. Dengan membawa peluit, paling nggak kamu bisa meniup peluit sekuat-kuatnya. Baru setelah rasa takut sudah sedikit berkurang, sambung dengan teriak minta tolong misalnya.

Pilih Transportasi yang Aman

via GIPHY

Last but not least, pilih transportasi yang aman. Hindari angkutan umum yang tampak sepi dan nggak meyakinkan kondisinya, baik secara kenyamanan maupun keamanan. Dengan berkembangnya teknologi sekarang ini, kamu bisa mengandalkan transportasi modern yang sudah bisa dilacak secara jelas menggunakan aplikasi, seperti Grab.

Bahkan, Grab Indonesia tengah menggalakkan kampanye #AmanUntukSemua dengan mengadakan pelatihan kepada mitra pengemudi, hingga kerjasama dengan Komnas Perempuan. Sebagai aplikasi serba bisa, Grab Indonesia terus berkomitmen untuk berinovasi agar bisa menawarkan pengalaman yang nyaman dan aman, baik bagi seluruh pengguna, mitra pengemudi, maupun merchant Grab Indonesia.

Komitmen itu pun sudah direalisasikan dalam Roadmap Teknologi Keselamatan sejak 2018 yang memiliki segudang fitur keamanan dalam Safety Centre (Pusat Keselamatan) terbaru. Mulai fitur Share My Ride yang memberikan opsi bagi penumpang untuk memberi akses perjalanan kepada keluarga atau orang terdekat, agar lebih mudah melacak lokasi GPS dan status perjalanan.

©Grab

Kemudian, ada fitur Report a Cause untuk melaporkan masalah keselamatan yang dialami penumpang secara mudah. Ada juga fitur Get Emergency Assistance yang memudahkan penumpang mendapatkan bantuan dari tim respon insiden Grab 24/7, berupa peringatan SMS berisi detail perjalanan dan lokasi terkini. SMS tersebut akan dikirimkan secara otomatis ke Kontak Darurat yang sudah didaftarkan. Makanya, jangan sampai lupa mengisi Kontak Darurat di aplikasi Grab, ya.

Hanya itu? Tentu saja tidak. Grab masih melengkapi fitur keamanan dengan Free Call (VolP) yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan panggilan gratis lewat aplikasi Grab, baik bagi pengemudi maupun penumpang. Fitur ini jelas menunjang keamanan pengguna karena panggilan tidak menggunakan nomor pribadi, sehingga privasi dan data penumpang akan tetap aman.  

Tersedia pula Verifikasi Wajah Pelanggan dan Pengemudi Melalui Swafoto ini diperuntukkan kepada pengguna pertama aplikasi Grab. Selain itu, pengemudi juga diwajibkan melakukan hal ini secara berkala. Hal ini untuk menjamin jika akun tersebut benar-benar aktif dan menghindari beragam jenis penipuan.

Selain itu, mitra pengemudi yang bergabung dengan Grab juga mendapatkan pelatihan terlebih dulu sebelum beroperasi sebagai mitra Grab. Jadi, ketika mendaftar menjadi mitra Grab, calon driver harus melewati tahap pengujian terlebih dulu sebelum resmi menjadi mitra driver. Jika tidak lulus, mereka harus mengulang pelatihannya. Hal ini juga menjadi salah satu upaya dari Grab untuk mendukung keselamatan para penumpang.

Kerennya lagi, demi menyebarkan kampanye #AmanUntukSemua Grab Indonesia dan Komnas Perempuan sampai melakukan roadshow hingga keluar Jakarta, seperti Yogyakarta, Palembang, dan Bali.  Biar nggak penasaran, kamu bisa mengintip video kampanye GrabCar #AmanUntukSemua di bawah ini: