Petani di Jateng Sulit Dapat Pupuk Bersubsidi, Ganjar: Munculnya Distributor Ilegal

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kerap mendapat aduan dan keluhan dari para petani yang kesulitan mendapatkan akses pupuk bersubsidi. Untuk memastikan aduan tersebut benar-benar datang dari petani, Ganjar selalu meminta kartu tani pelapor.

"Sampai hari ini di WA saya, saya menghandle langsung, 'pak pupuk lagi langka'. (Saya jawab) di mana, siapa nama petaninya, saya minta kartu taninya. Karena saya menjamin yang punya kartu tani pasti dapet (subsidi pupuk)," kata Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (8/11).

Ganjar berharap dengan adanya posko pelayanan pupuk bersubsidi, pendistribusian pupuk bersubsidi bisa lebih tepat sasaran, khususnya untuk petani yang memiliki Kartu Tani.

"Maka saya minta tolong kawan-kawan penyuluh kita lebih baik, sistem development kita lebih baik agar kemudian distribusinya juga jauh lebih baik," ujar Ganjar.

Menurut Ganjar, keluhan kesulitan mendapatkan akses pupuk bersubsidi dikarenakan adanya perbedaan harga yang memunculkan oknum distributor ilegal.

"Disparitas harga yang berbeda akan mendorong pedagang-pedagang ilegal. Makanya kenapa kami ada Kartu Tani untuk mendata agar yang berhak yang benar-benar dapat," jelas Ganjar.

Ganjar mengungkapkan, dibukanya posko pelayanan pupuk bersubsidi juga sebagai upaya menggalakkan ketahanan pangan di Jawa Tengah. Terlebih dengan munculnya isu resesi global tahun 2023.

"Kalo memang pupuk subsidi ini betul-betul mau dipakai untuk mendorong produktivitas petani, maka kamu mohon untuk dipenuhi alokasinya," ujar Ganjar. [ded]