Petani didorong tetap produktif saat pandemi antisipasi masalah pangan

·Bacaan 2 menit

Para petani didorong tetap produktif melalui sejumlah program dukungan dan pendampingan di antaranya Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) untuk mengantisipasi masalah pangan di tengah pandemi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya mendorong petani sasaran terus produktif di tengah wabah global seperti saat ini.

"Dalam upaya bersama mengatasi pandemi ini jangan sampai terjadi masalah pangan. Sebab, jika pangan bermasalah, selanjutnya akan muncul masalah sosial ekonomi," ujar Dedi.

Melalui program READSI, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani sasaran lewat pemantauan maupun pelatihan dengan mematuhi protokol di bawah dari dinas pertanian provinsi dan kabupaten setempat.

Tidak hanya berfokus pada kelompok komoditas tanaman pangan, juga menyasar kelompok pemanfaatan pekarangan, sayur, buah, perkebunan, hingga peternakan.

Untuk kelompok pemanfaatan pekarangan karena diharapkan ada keterlibatan wanita tani yang berdampak bagi pemenuhan gizi keluarga.

Ia mencontohkan penerapan program yang dilakukan di Kelompok Sukamaju Komoditi Padi Sawah, Desa Matinan, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, telah berhasil hingga panen perdana dari hasil bantuan benih Provincial Program Support Unit (PPSU) Program READSI dengan jenis varietas ciherang.

"Ada peningkatan yang luar biasa setelah Sekolah Lapang READSI di lahan Bapak Salim. Adapun, hasil panen ubinan padi sawah per hektare 6,6 ton GKG (gabah kering giling) dikonversi menjadi beras 3,9 ton per hektare meningkat dari sebelumnya, yang hanya dua ton per hektare," katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan sektor pertanian menjadi jawaban dari aktivitas-aktivitas pemerintah yang secara kasat mata meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Upaya yang masif dilakukan tanpa kenal hari libur terus dilakukan guna mengoptimalkan hasil panen untuk menjamin stok beras nasional, dan menstabilkan harga gabah petani saat musim panen raya," ucapnya.

Baca juga: Presiden Jokowi kunjungi lokasi panen padi di Indramayu hari ini
Baca juga: Sejahterakan petani, Kemendag percepat implementasi sistem resi gudang
Baca juga: Peneliti: Perluas akses pasar produk pertanian saat pandemi