Petani diminta percepat masa tanam tahun ini

Budi Suyanto

Petani di Indonesia diminta untuk melakukan percepatan masa tanam kedua sebelum memasuki musim kemarau yang diperkirakan akan lebih panjang tahun ini.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi, dalam keterangannya Senin, mengimbau kepada penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya untuk selalu mendampingi petani untuk berproduksi dan mempercepat masa tanam.

“Produksi pangan tidak boleh terganggu. Dalam kondisi apa pun, pangan tidak boleh bersoal,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta penyuluh harus terus mendampingi petani turun ke lapangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Gubernur Jatim percepat masa tanam padi di lima kabupaten

“Dalam bertugas dan bekerja semuanya harus tetap memperhatikan protokol penanganan COVID-19, antara lain selalu cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak minimal 1,5 m, pakai masker, juga hindari kerumunan orang banyak,” tuturnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menyarankan agar para petani dan penyuluh memaksimalkan air yang tersedia saat musim hujan untuk percepatan tanam.

“Kita sebentar lagi memasuki musim kemarau. Berdasarkan prediksi FAO, musim kemarau tahun ini cukup panjang. Bahkan, berpotensi pada krisis pangan. Oleh karena itu, kita harus mengantisipasinya dengan melakukan percepatan tanam pada musim tahun kedua tahun ini,” tutur Mentan.

Pihaknya mengapresiasi para petani dan penyuluh misalnya di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang memanfaatkan ketersediaan air untuk melakukan percepatan tanam. Kegiatan ini dilakukan sebelum masuknya musim kemarau.

Baca juga: Petrokimia dukung percepatan masa tanam di enam daerah Jatim

Kecamatan Katingan Kuala termasuk salah satu lokasi kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) tahun 2020. Kecamatan ini telah melakukan percepatan tanam padi untuk mengejar persediaan air sebelum kemarau.

Kepala BPP Katingan Kuala, Mario, mengatakan pada Musim Tanam II 2020 telah tanam padi seluas 5.284 hektare yang diperkirakan panen pada bulan Juli - Agustus 2020. Sebagai upaya meningkatkan produksi, padi yang ditanam menggunakan varietas anjuran yang bersertifikat, yaitu Inpari 42, Invari 32, dan Hibrida.

Selain percepatan tanam padi tersebut, Camat Katingan Kuala selaku Ketua Kostratani mendukung Program Padi Bebas Residu seluas 1.500 hektar di empat desa yaitu Desa Jaya Makmur, Makmur Utama, Subur Indah, dan Bumi Subur.

Program ini mengarahkan produk padinya bebas residu yang difasiliasi paketan berupa benih padi, pupuk organik powder, dan bio pestisida.

“Sampai saat ini, penyuluh pertanian tetap didampingi petani untuk memelihara padi yang telah ditanam agar berproduksi maksimal. Pemeliharaan meliputi pengairan, pemupukan, pengamatan hama, dan penyakit,” kata Mario.