Petani Keluhkan Harga Bawang Anjlok

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

Palu (ANTARA) - Para petani bawang di Lembah Palu dan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, mengeluhkan anjloknya harga komoditas itu di pasaran lokal sehingga membuat mereka kesulitan untuk menaikkan pendapatan pada musim panen yang sedang berlangsung.

Sojono, seorang petani bawang merah di Desa Jono`oge, Kabupaten Sigi, Rabu, mengatakan, rata-rata petani merugi akibat anjloknya harga bawang tersebut.

Ia mengatakan, harga bawang di tingkat petani yang sebelumnya mencapai Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per kelogram, kini turun menjadi Rp12 ribu per kilogram.

Padahal, katanya, pada saat panen raya seperti sekarang ini mereka sangat berharap bisa mendapatkan keuntungan.

"Tapi justru panen raya seperti sekarang ini harga tiba-tiba anjlok," katanya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Suban, petani bawang di Lembah Palu dan keduanya berharap pemerintah mencarikan solusi agar petani tidak merugi dengan menyediakan pasar sehingga hasil panen petani bisa ditampung dengan harga yang layak.

Bawang yang dikembangkan petani di Lembah Palu dan Kabupaten Sigi tidak sama dengan yang dikembangkan di daerah lain.

"Kualitas bawang produksi petani di sini bagus, dan sangat cocok untuk bahan baku bawang goreng," kata Sujono.

Bawang goreng produksi industri di Palu selama ini cukup diminati orang dari luar wilayah Sulteng. Kebanyakan para tamu atau pejabat yang datang dari luar menjadikan bawang goreng produksi Palu sebagai ole-oleh untuk dibawa pulang.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Sulteng Muchlis Labanu membenarkan harga bawang anjlok sehingga petani mengalami kerugian cukup besar.

Ia mengatakan, pengembangan bawang di Lembah Palu dan Kabupaten Sigi hingga kini masih terkendala pemasaran yang belum mendukung. Saat produksi petani melimpah, pasar tidak mampu menampungnya sehingga harga jatuh.

Petani mau saja mengembangkan dan meningkatkan produksi, tetapi bagaimana dengan pemasarannya. Jika hanya mengandalkan pasar lokal baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun industri bawang goreng setempat tidak akan mampu.

"Terus terang produksi petani melebihi kebutuhan masyarakat dan industri di daerah ini," ujarnya.

Ia tidak merinci, kecuali mengatakan, potensi lahan untuk pengembangan tanaman bawang di Sulteng cukup luas namun petani masih enggan memperluas lahan karena pangsa pasar masih terbatas karena pemerintah belum memberikan jaminan pasar.

"Kalau pemerintah bisa menjamin pasar, petani akan berlomba-lomba menanam bawang," katanya dan menambahkan, perlu kerja sama dengan sejumlah instansi terkait, terutama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM yang paling berkompoten menyangkut pemasaran hasil-hasil produksi petani di daerah.

Luas areal bawang merah di Sulteng saat ini baru sekitar 1.051 hektare dengan jumlah produksi sebanyak 6.490 ton per tahun.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...