Petani kopi Wonogiri tingkatkan daya jual dengan produk siap konsumsi

·Bacaan 2 menit

Salah seorang petani kopi di Wonogiri Jawa Tengah Zainud Tahayat berhasil meningkatkan daya jual komoditas kopi dengan mengolahnya menjadi produk kopi bubuk bermerek siap konsumsi yang dijualnya secara daring.

"Di Karangtengah Wonogiri sudah banyak tanaman kopi, tapi belum ada inovasi untuk bagaimana kopi ini bernilai daya jualnya tingi. Sehingga kami berusaha membuat tanaman ini dari tiga tahun terakhir, sudah panen satu kali di musim ini," kata Zainud dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Dia mengaku melakukan perawatan tanaman kopi dan panen dengan cara yang benar hingga menghasilkan kopi yang berkualitas. Setelahnya, hasil panen kopi kemudian diolah menjadi produk siap konsumsi yang diberi nama Kopi Hulu Bengawan Solo dan dijual secara daring.

Dia mengatakan sebelumnya komoditas kopi di Karangtengah masih mengadalkan proses pengolahan tradisional turun temurun dari petik campur hingga menjadi biji kopi kupas kering, dan kemudian dijual secara asalan dengan harga yang rendah yaitu sekitar RpRp19.000 – Rp25.000 per kg.

Namun setelah kopi diolah sehingga jadi produk siap konsumsi, Zainud menjual Kopi Hulu Bengawan Solo seharga Rp30 ribu per 100 gram. "Dalam pengemasan kita membawa nama baik Kecamatan Karangtengah terkait dengan adanya pengemasan kopi yang namanya Hulu Bengawan Solo untuk oleh-oleh khas Karangtengah. Alhamdulillah pemasaran kami juga sudah mulai dikenal luas, biarpun saat ini masih online," katanya.

Zainud mengatakan pihaknya juga mengedukasi petani kopi di Kecamatan Karangtengah Kabupaten Wonogiri untuk bisa mengelola kebun kopi dan memanen buah dengan cara yang baik dan benar agar bisa menghasilkan kopi berkualitas.

"Setelah kurun tiga tahun ini kita sudah berusaha berhasil mengemas, dan memberikan contoh pada masyarakat bahwa untuk pasar ini terbuka lebar. Sehingga banyak masyarakat tahu dan mau merawat tanaman kopinya sesuai panduan dan secara benar," kata dia.

Pemerintah mengkampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk meningkatkan daya jual produk UMKM Indonesia termasuk produk-produk kopi lokal. Gernas BBI bertujuan untuk mendorong national branding produk lokal unggulan, sehingga menciptakan industri baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Gerakan tersebut merupakan bagian dari program percepatan transformasi digital dan industri kreatif nasional, dengan sistem pembayaran digital melalui QRIS.

Baca juga: Merajut asa petani kopi Bondowoso binaan Unej ekspor ke Eropa
Baca juga: PPI ekspor kopi sebanyak 100 ton ke Mesir
Baca juga: Kelompok tani Banyuwangi peroleh sertifikat produsen kopi organik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel