Petani Lebak berharap bantuan di tengah anjloknya harga gabah

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendambakan bantuan di tengah pandemi COVID-19 guna meningkatkan usaha pertanian mereka sehingga mampu menyejahterakan petani dan keluarga mereka.

"Kami berharap adanya bantuan sarana produksi (sapras) dan alat pertanian (alsintan) serta permodalan," kata Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbayah Kabupaten Lebak, Ruhyana di Lebak, Jumat.

Selama ini, lanjut dia, petani Kabupaten Lebak mendambakan bantuan dari pemerintah guna meningkatkan usaha pertanian. Menurut dia, petani di Lebak tidak pernah menerima bantuan sejak terdampak pandemi COVID-19 .

Padahal, kata doa, petani sangat terpukul akibat dampak pandemi COVID-19 yang membuat produksi dan permintaan sayur-sayuran, pangan, dan palawija menurun dari sebelumnya lima ton menjadi dua ton per hari.

Baca juga: 429 hektare tanaman pangan di Lebak gagal panen

Ia mengatakan permintaan pasar menurun akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah daerah, sehingga kegiatan ekonomi terutama di Pasar Rangkasbitung dibatasi sampai pukul 22.00 WIB.

Karena itulah, kata dia, penyaluran bantuan terhadap petani sangat diharapkan dan usaha pertanian tetap menjadikan andalan ekonomi masyarakat.

"Kami bersama petani, saat panen sekarang itu tidak banyak meraup keuntungan, karena harga gabah masih rendah," kata Ruhyana.

Menurut dia, bantuan yang didambakan petani di tengah pandemi COVID-19 itu untuk sapras di antaranya benih, penyaluran pupuk subsidi tepat waktu, dan pembangunan jaringan irigasi. Selain itu juga bantuan alsintan di antaranya penggilingan, traktor dan kendaraan combine harvester.

Sedangkan, kata dia, bantuan permodalan antara lain melalui Program Bantuan Permodalan Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp2,4 juta.

"Kami berharap bantuan itu bisa direalisasikan saat melaksanakan gerakan percepatan tanam pada Mei-Juni mendatang," katanya.

Baca juga: Petani Lebak beralih kembangkan tanaman sayuran akibat kemarau

Hal senada dikemukakan Samian, seorang petani Blok Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak. Ia mengatakan selama ini tidak menerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun program sembako untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Kami minta bantuan itu bisa direalisasikan sehingga usaha pertanian tetap berlanjut guna meningkatkan kesejahteraan," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Irwan mengatakan pihaknya saat ini tengah mengajukan bantuan untuk meningkatkan usaha pertanian kepada Kementerian Pertanian.

Namun, bantuan yang akan direalisasikan benih bersertifikat unggul sebanyak 650 kilogram untuk areal seluas 50 hektare.

"Kami menyalurkan bantuan benih itu saat petani memasuki gerakan percepatan tanam," katanya.

Baca juga: Petani Lebak, Banten mulai panen padi di tengah pandemi COVID-19