Petani Minta Pemerintah Lindungi Komoditas Sawit dari Kampanye Hitam

·Bacaan 2 menit

VIVA – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) meminta Pemerintah melindungi komoditas sawit dari kampanye hitam yang dilakukan berbagai pihak. Antara lain oleh Non Government Organization atau NGO asing yang ada di Indonesia. Perlindungan itu penting, karena komoditas ini berkontribusi besar dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Sekjen DPP APKASINDO Rino Afrino, menjabarkan, sektor kelapa sawit telah menunjukkan ketangguhannya selama pandemi COVID-19, khususnya kontribusi terhadap perekonomian dan pembangunan nasional. Hal itu dibuktikan, di daerah sentra kelapa sawit, aktivitas perekonomian terus berjalan tanpa hambatan meski COVID-19 melanda.

Berdasarkan survei APKASINDO, di 11 provinsi dan 31 kabupaten sentra produksi sawit, Pandemi COVID-19 tidak mengganggu perekonomian para petani sawit. Bahkan, saat ini dengan permintaan meningkat, harganya pun tetap stabil.

"Kami sangat mensyukuri harga CPO (Crude Palm Oil) dan TBS (Tandan Buah Segar) petani sangat tinggi. Dan jarang terjadi durasi harga tinggi seperti sekarang berlangsung dalam waktu lama. Daerah remote area dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua sedang menikmati harga,” ujar Rino dikutip dari keterangannya, Kamis, 19 Agustus 2021.

Terkait pengentasan kemiskinan dan pembangunan, lanjut Rino, banyak desa di wilayah terpencil yang dulunya tidak ada kehidupan. Kini, berubah drastis kesejahteraannya setelah kelapa sawit masuk ke wilayah tersebut. Artinya, Terjadi perputaran ekonomi dari komoditas tersebut.

"Kehidupan desa seperti kecamatan di mana indikatornya adalah kehadiran bank milik negara dan swasta. Begitu banyak sekolah dan pasar di situ yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan karena wilayah tersebut sangat terpencil,” urai Rino.

Sementara itu, Mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih berpendapat, kelapa sawit telah mampu mengurangi kemiskinan karena terdapat peranan rakyat di dalam rantai bisnisnya. Kelapa sawit memiliki kemampuan untuk membangun ekonomi sebuah areal terpencil menjadi lebih cepat.

“Saat ini, kelapa sawit adalah komoditas terbesar bagi Indonesia yang kontribusinya lebih baik daripada minyak bumi. Di sinilah perlunya memperkuat kemitraan perusahaan dan rakyat dengan dukungan kebijakan bersahabat dari pemerintah kita,” tambahnya.

Namum permasalahannya, Plt Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga mengeluhkan bahwa kontribusi kelapa sawit bagi Indonesia masih terus mendapatkan hadangan dari kampanye hitam. Hal ini harus jadi perhatian pemerintah.

Dia pun menjelaskan, dibandingkan minyak nabati lain, kelapa sawit jelas mempunyai keunggulan sulit tersaingi. Baik dari aspek produktivitas dan harga lebih kompetitif.

“Untuk menekan daya saing sawit, dibuatlah hambatan non tarif dan berbagai standar sustainability supaya menambah beban biaya produksinya. Serangan terhadap kelapa sawit dipastikan tidak akan pernah turun,” ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel